Banyak Pembuang Bayi Tak Tertangkap, Kenapa?

466
Seorang bidan tengah menggendong bayi yang dibuang orang tuanya beberapa bulan lalu di sebuah wilayah Kabupaten Pasuruan. Bayi tersebut dalam keadaan hidup dan sehat./dok. wartabromo.com

Pasuruan (wartabromo) – Kasus pembuangan bayi sering terjadi di Pasuruan. Namun selama ini tidak ada satupun pelaku berhasil ditangkap. Kenapa?

Kadang bayi yang masih merah ditinggalkan begitu saja di sebuah mushola atau masjid, adakalanya di depan rumah warga lengkap dengan selimut dan botol susu. Tapi, ada juga yang dibuang dalam keadaan meninggal atau masih berupa janin.

Perbuatan kejam dan tidak bertanggung jawab ini diduga dilakukan pasangan muda atau pasangan selingkuh yang tidak menghendaki bayi karena malu atau tidak mau terbebani.

Ada juga yang menduga tindakan tersebut dilakukan karena orang tuanya mengalami desakan ekonomi hingga khawatir tidak bisa menghidupi si bayi.

Apapun, itu hanya sebatas dugaan karena tidak ada pelaku yang tertangkap sehingga bisa dikorek keterangan.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, Iptu Pino Ary, dalam sebuah perbincangan mengaku sangat sulit mengendus pelaku pembuangan bayi. Selain minimnya saksi, rata-rata pembuang bayi di suatu daerah bukan berasal dari daerah tersebut.

“Kasus-kasus seperti itu kesulitannya karena minimnya saksi. Sangat susah mendapat saksi karena biasanya dilakukan pada malam hari saat kondisi sepi,” terang Pino.

Dia mencontohkan kasus pembuangan bayi yang ditemukan warga di wilayah Ranu Grati beberapa waktu lalu. Pihaknya sebenarnya langsung bergerak melakukan pengungkapan. Namun sekali lagi, upaya itu terbentur minimnya saksi.

“Kita sudah cari tahu apakah di lokasi tersebut ada orang yang sedang hamil yang sudah melahirkan tapi bayinya tidak diketahui. Tapi tidak ada yang demikian,” jelasnya.

Kasus pembuangan bayi beberapa kali menggemparkan warga di sejumlah wilayah baik wilayah hukum Polres Pasuruan Kota maupun Polres Pasuruan. Namun belum ada kasus yang berhasil diungkap. (fyd/fyd)