Safara Travel Kurang Proaktif Terhadap Keluarga Korban Mina

447

image

Kotaanyar (wartabromo)– Belum adanya kepastian nasib Nero (57), jamaah haji asal desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, sangat disayangkan berbagai pihak. Pasalnya pihak travel Safara yang memberangkat Nero, dinilai kurang proaktif dalam memberikan keterangan tentang nasib Nero kepada pihak keluarga.

Seperti diungkapkan kepala desa Triwungan, Jamaluddin Joni, hingga saat ini pihak keluarga masih belum yakin dengan pemberitaan dimedia yang menyebut Nero, menjadi salah satu korban meninggal dalam tragedi Mina.

“Media memberitakan Nero sudah meninggal, kementerian agama belum menyatakan Nero sudah meninggal . Sedangkan pihak travel sendiri tidak ada kejelasan terkait nasib Nero” kata Joni.

Menurut Joni, Saiful sebagai pimpinan travel, menjadi pembimbing jamaah haji kloter 48 yang notabene satu rombongan dengan Nero, seharusnya informasi kepastian nasib para jamaah bisa secepatnya diketahui, termasuk Nero.

“Meski, penyelenggaraan haji itu pemerintah, harusnya pengelola travel harus profesional dalam memberikan pelayanan sekepada keluarga jamaah. Ini kok, malah pasif dan menunggu dari pemerintah,” imbuhnya.

Terkait tudingan itu, pihak Safara travel yang beralamat di Desa Krejengan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, membantahnya. Sri Suwandana, staff travel itu, mengatakan pihaknya sudah melakukan indentifikasi terhadap jamaah haji yang diberangkatkan pihaknya.

“Pada pukul 3.00, pak Saiful mengatakan sudah hampir 90 persen jamaah dari Safara, kembali ke maktab,” katanya.

Nero diketahui menggunakan jasa Safara travel dalam menunaikan ibadah haji. Ia tergabung bersama dengan 154 jamaah lainnya. Namun, jumlah jamaah tersebut tidak sesuai dengan data yang tertera di Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo. Dalam data yang ada tercacat hanya 102 jamaah yang berangkat melalui PT. Safara Layanan Utama.

“Mungkin 154 orang itu ada tambahan dari PT.Safara, kami hanya mengetahui 102 orang yang diberangkatkan. Mengingat dalam kloter 48 embarkasi Surabaya berjumlah 450 jamaah. Kloter ini mencakup Kota dan Kabupaten Probolinggo dan Surabaya. Dari Surabaya ada 34 jamaah, sisanya dari Kota dan Kabupaten Probolinggo,” ungkap Kasi Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Probolinggo Mukhlason. (saw/egy)