Gerakkan Muslimat NU Untuk Perlindungan Perempuan

316
Mmuslimat NU
Pengurus Muslimat NU Kabupaten Pasuruan saat dilantik, Sabtu (3/10/2015)

Pasuruan (wartabromo) – Maraknya kasus yang menjadikan perempuan sebagai korban, menjadi perhatian utama Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pasuruan. Para anggota Muslimat NU diharapkan memahami masalah tersebut, sehingga Muslimat bisa menjadi garda terdepan dalam perlindungan perempuan.

“Kasus-kasus kekeraasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, hingga pengrusakan akhlaqul karimah, menjadi perhatian kami. Pengurus Muslimat NU Kabupaten Pasuruan, akan terus memantau masalah itu dan sekaligus berupaya meminimalisir maupun mencegah terjadinya kasus-kasus itu,” kata Aida Fitriati, Ketua Muslimat NU Kabupaten Pasuruan, seusai dilantik, sabtu (3/10/2015).

Upaya meminimalisir dan mencegah terjadinya kasus-kasus itu, dengan cara memberikan pemahaman kepada seluruh anggota Muslimat. Selanjutnya pemahaman disebarkan kepada kalangan perempuan yang lebih luas, agar perempuan tidak selalu menjadi korban.

Selain itu, upaya perlindungan terhadap perempuan juga akan diberikan Muslimat NU dengan memberikan pendampingan atau advokasi, kepada perempuan yang menjadi korban.

“Pendampingan kepada perempuan yang menjadi korban, sangat diperlukan. Karena secara psikologis akan menguatkan mental korban. Selain itu agar perempuan tidak selalu menjadi sasaran kejahatan,” imbuh Neng Aida.

Selain perlindungan perempuan, Muslimat NU juga akan konsentrasi pada upaya mencegah maraknya kemaksiatan. Karena kemaksiatan adalah bagian dari ahlakul karimah.

“Tingginya kemaksiatan yang melibatkan perempuan juga jadi perhatian.  Kami akan bermitra dengan Pemerintah serta pihak lain, untuk membenarkan hal-hal yang salah. Makanya, saya mengajak semua anggota Muslimat untuk turun lapangan dan ikut berjuang,” pungkas Neng Aida. (hrj/hrj)