Rombongan Slankers Jadi Korban Perampasan Sesama Slankers

913
slankers
Slankers yang jadi korban perampasan sesama Slankers, saat di Pos Lantas Taman Dayu Pandaan.

Pandaan (wartabromo) – Rombongan penggemar grup musik Slank menjadi korban perampasan di Jalan Raya By Pass Pandaan, Sabtu (3/10/2015), Rombongan berjumlah 6 orang ini terpaksa memberikan uang dan handphone mereka pada para pelaku yang berjumlah sekitar 40 orang. Para korban kemudian melaporkan perampasan tersebut ke Polsek Pandaan.

Kepada petugas, para korban mengaku bahwa saat tengah mencari tumpangan menuju Malang untuk menyaksikan grup band idolanya yang manggung di Lapangan Rampal, mereka bertemu dengan kelompok penggemar lain yang jumlahnya lebih besar yang juga sedang mencari tumpangan.

Menurut para korban, pelaku perampasan sama-sama penggemar grup musik Slank yang juga akan ke Lapangan Rampal.

“Beberapa orang dari kelompok yang lebih banyak ini kemudian meminta handphone dan uang,” kata Kanitreskrim Polsek Pandaan, Iptu Bambang Tri.

Karena kalah jumlah, para korban terpaksa memberikan apa yang diminta pelaku. “Setelah itu, para pelaku melarikan diri ke arah tol, sementara korban melapor ke Pos Polisi Taman Dayu,” terang Bambang.

6 korban tersebut antara lain:
1. Adam Rosandi, (20), warga Dusun Semangu, Desa Jolotundo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Ia kehilangan dua handphone dan uang Rp.100.000.
2. Sholikul Hadi (24) alamat Desa Labuhan Kidul, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang. Dua handphonenya juga dirampas.
3. Nur Fatoni (20) warga Desa Menawan Merak, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak. Satu handphonenya dibawa kabur pelaku.
4. Ali Safii (18), Dusun Ngariboyo, Desa Werdoyo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Kerugiannya uang Rp. 200.000.
5. Abdul Kharim (17), warga Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Handphone dan uangnya Rp. 50.000 miliknya terpaksa diberikan pada para pelaku
6. Risma Eka (13), warga Kelurahan Kersikan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

“Kita tidak memproses kasus itu karena korban tidak bersedia dimintai keterangan lebih jauh karena mereka terburu-buru hendak ke Malang untuk nonton konser Slank,” terang Bambang ditanya kelanjutan kasus perampasan tersebut. (egy/fyd)