MA Nahdlatul Ulama Kraksaan Bantah Siswanya Bagi Kondom di Hari AIDS

569

ilustrasi aidsKraksaan (wartabromo) – Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, membantah siswanya membagikan kondom dalam aksi simpatik memperingati Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2015 lalu. Para siswa hanya membagikan brosur dan pamlet.

“Tidak ada pembagian kondom oleh siswa kami. Mohon, pemberitaan itu diklarifikasi,” kata Pembina PIKR MANU Erna Kartikasari, Jumat (4/12/2015).

Erna yang juga guru Bimbingan Konseling ini menyanggah pemberitaan di wartabromo.com, pada 1 Desember lalu yang menyebut siswa MANU bagi-bagi kondom dalam peringatan hari AIDS. Berita yang disanggah berjudul Peringati Hari Aids, Siswa SMA Probolinggo Bagi Kondom.

Menurutnya, dalam kegiatan itu siswa hanya membagi-bagikan brosur dan pamlet sebagai bentuk kepedulian siswa terhadap perkembangan penyakit mematikan itu di Indonesia.

“Kami juga merasakan keberatan dengan pemuatan gambar siswa kami karena menimbulkan efek yang negatif pada sekolah kami. Pasalnya, dalam aksi itu ada sekolah lain yang terlibat, selain sekolah kami,” ujarnya.

Terkait adanya pembagian kondom dalam aksi tersebut, Erna menyebut hal itu kemungkinan dilakukan sejumlah warga yang berpartisipasi atau siswa lain, bukan siswanya.

Sebagaimana diberitakan oleh wartabromo.com, Selasa (1/12/2015), disebutkan bahwa ratusan pelajar dari beberapa sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menggelar aksi simpatik untuk memperingati Hari AIDS Sedunia. Mereka memperingatinya dengan cara membagi-bagikan pamlet, kondom dan bunga kepada warga yang melintas di sekitar depan Alun-alun Kota Kraksaan.

Pantauan di lokasi, ratusan siswa dari berbagai sekolah menengah atas itu, tampak membagikan sebanyak 100 bunga mawar dan 100 lembar stiker yang bertuliskan ‘Stop AIDS’ dan ‘World AIDS DAY’. Selain itu, mereka juga membagikan kondom kepada pengendara yang lewat. Serta membagikan lembar brosur yang berisi imbauan agar warga menjauhi AIDS, bukan justru menjauhi penderitanya. (saw/fyd)