Nikmati Eksotisme Bromo Secara Gratis, Ini Lokasinya

481

penanjakan dua4-650x400Sukapura (wartabromo) – Pesona keindahan alam Gunung Bromo, masih menjadi tujuan favorit wisatawan dalam mengisi liburan panjang. Erupsi Gunung Bromo yang bertepatan dengan liburan natal dan tahun baru,  ternyata tidak membuat wisatawan mengurungkan niatnya untuk berkunjung ke Gunung Bromo. Mereka justru penasaran melihat letusan gumpalan abu vulkanis yang eksotis untuk dijadikan background selfie dan fotografi.

Di Gunung Bromo, biasanya wisatawan menunggu munculnya matahari terbit atau sunrise. Namun saat ini ada lagi yang ditunggu yakni letusan abu vulkanik yang eksotik dan bentuknya  berubah-ubah mengikuti arah angin.

Tempat yang pas untuk melihat kepulan vulkanis adalah Seruni Poin atau yang lebih dikenal dengan Bukit SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Merupakan tempat terbaik pengambilan gambar matahari terbit Gunung Bromo berlatar belakang kepulan asap vulkanis.

Bukit SBY merupakan destinasi wisata yang berada di luar wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TBTS). Wisatawan bisa mendatangi lokasi tersebut tanpa harus membayar tiket masuk. Tempat ini sangat aman, karena berjarak antara 3 hingga 5 kilometer dari kawah Gunung Bromo.

“Setahun gue datang ke Gunung Bromo tapi belum erupsi. Setelah mengetahui kepulan eksotis Gunung Bromo dari tayangan televisi, gue kembali kesini baren teman-teman. Betul-betul konser alam yang sangat cantik,” ujar Dina Indriyani Putri, wisatawan asal Jakarta.

Ada beberapa moda transportasi yang dapat dipilih untuk menuju Bukit SBY. Wisatawan bisa menyewa mobil jip seharga Rp 250 ribu, naik kuda Rp 150 ribu atau naik ojek Rp 50 ribu. Bisa juga menggunakan kendaraan pribadi, baik R2 maupun R4.

“Itu tarif dari Cemoro Lawang ke Seruni Poin pulang pergi, hampir sama dengan tarif ke kawah yang sekarang ditutup,” tutur Seger, salah satu penyedia jasa kuda.

Posisi Gunung Bromo yang berada  di ketinggian 2329 mdpl, membuat suhu udara sangat dingin hingga 10 derajat celcius. Wisatawan disarankan memakai jaket dan pelindung kepala untuk mengurangi hawa dingin. Sementara untuk mengantisipasi hujan abu vulkanis yang bisa datang tiba-tiba, wisatawan dihimbau untuk membawa masker, kacamata dan payung. (saw/yog)