Hilang 12 Hektar Selama 12 tahun, Pulau Gili Terancam Tenggelam

636
Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Foto: Sundari/wartabromo.com
Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Foto: Sundari/wartabromo.com

Sumberasih (wartabromo) – Abrasi laut mengancam keberadaan Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Penyusutan luas pulau yang terus menerus terjadi tiap tahun membuatnya terancam tenggelam.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan ancaman abrasi itu sangat nyata berdasarkan sebuah penelitian. Penyusutan itu tidak main-main, dari data yang ada, pada tahun 1990-an luasan pulau Gili ini seluas 60 hektar, sedangka pada tahun 2002 luasnya berkurang hingga menjadi 48 hektar.

“Berdasar data awal dari pemerintah, pemerintah desa dan Pelindo, awalnya seluas 60 hektar. Kemudian kami lakukan pengukuran kembali pada 2002 dengan metode GPS, dan hasilnya memang berkurang menjadi 48 hektar. Koordinatnya sama, tapi luasannya yang semakin kecil, ini bukti autentik kami yang dilakukan bersama ITS saat itu,” ujarnya, Rabu (8/6/2016).

Dedy mengatakan jika hal itu tidak segera disikapi serius, pada tahun 2070 pulau Gili Ketapang hanya berada 70 centimeter diatas permukaan air laut. Pasalnya, permukaan air laut setiap tahun yang semakin tinggi dan bertambah 1 cm meter.

Selain itu, pertumbuhan penduduk yang sangat cepat dimana saat ini jumlah penduduk pulau gili sudah mencapai 9.672 jiwa.

Selain itu, penyusutan luasan pulau Gili lantaran kurangnya kesadaran masyarakat mengenai struktur pulau. Banyak diantara penduduk yang ingin praktis untuk membangun rumah dengan menggunakan batu karang  dan pasir.

“Penggunaan bom ikan dan potasium dalam mencari ikan pada tahun 70-80an berdampak matinya gugusan batu karang. Banyaknya karang mati berdampak pada kekuatan pulau itu sendiri. Selain karena memang karena abrasi laut, sehingga tidak menutup kemungkinan Kili Ketapang akan tenggelam,” pungkasnya. (saw/fyd)