Pedagang Dipungli Pembangunan Pasar Arjosari

948
Lokasi los atau lapak pedagang dalam Pasar Arjosari di Kecamatan Rejoso kabupaten Pasuruan Jatim. Meski dibangun dengan dana hibah dari Pemkab Pasuruan, ternyata pedagang masih dikenai pungli hingga total mencapai Rp 1,2 miliar. WARTABROMO/Harjo Suwon

Rejoso (wartabromo) – Pembangunan los atau lapak bagian dalam Pasar Arjosari di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur bermasalah. Pasalnya, meski pembangunan dikerjakan dengan menggunakan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, puluhan pedagang yang menempatinya dikenakan pungutan yang diduga pungutan liar (pungli), hingga totalnya mencapai Rp 1,2 miliar.

Lokasi los atau lapak pedagang dalam Pasar Arjosari di Kecamatan Rejoso kabupaten Pasuruan Jatim. Meski dibangun dengan dana hibah dari Pemkab Pasuruan, ternyata pedagang masih dikenai pungli hingga total mencapai Rp 1,2 miliar. WARTABROMO/Harjo Suwon
Lokasi los atau lapak pedagang dalam Pasar Arjosari di Kecamatan Rejoso kabupaten Pasuruan Jatim. Meski dibangun dengan dana hibah dari Pemkab Pasuruan, ternyata pedagang masih dikenai pungli hingga total mencapai Rp 1,2 miliar. WARTABROMO/Harjo Suwon

Para pedagang terpaksa membayar pungutan yang diduga pungli sebesar Rp 2 juta/m2. Para pedagang yang sebagian besar adalah warga Desa Arjosari itu, terpaksa harus merogoh koceknya antara Rp 4 juta hingga Rp 18 juta untuk lapak yang ditempatinya.

“Saya kaget dan bingung untuk bisa membayarnya, terpaksa mencari kesana-kemari. Karena jauh hari sebelumnya sempat diinformasikan oleh kepala desa, agar pedagang tidak usah bingung dan diminta tenang serta tidak memikirkan uang. Karena pembangunan sudah ada biayanya,” kata Muhammad, pedagang alat-alat rumah tangga, Senin (15/8/2016).

Para pedagang yang berjualan di Pasar Arjosari tersebut rata-rata adalah pedagang lama yang sudah puluhan tahun menempati lokasinya. Mereka terpaksa membayar pungutan yang diduga pungli itu agar bisa tetap berjualan di pasar itu.

Karena jika tidak, mereka dilarang menempati lokasinya berjualan yang akan diberikan kepada orang lain yang mampu membayar pungli. Itu terbukti dengan sejumlah pedagang yang terpaksa melepaskan tempatnya berjualan.

“Meski berat, saya membayarnya agar bisa berjualan,” ujar Abd Kodir, pedagang lainnya.

Dari informasi yang diperoleh, pembangunan berupa perbaikan Pasar Arjosari itu mendapatkan dana hibah sekitar Rp 250 juta dari APBD 2014 Kabupaten Pasuruan. Sedangkan lokasi yang diperbaiki terdiri dari tiga los berupa jajaran lapak dengan ukuran bervariasi, 2X2 meter, 2×4 meter hingga 2X9 meter.

Total luasan lapak yang harus ditebus oleh para pedagang sebesar 616 m2 dengan yang dibanderol Rp 2 juta/m2. Total hasil pungli mencapai Rp 1,232 miliar.

“Ibu saya terpaksa membayarnya dan mendapat kwitansi dari pihak pengelola pasar. Pedagang yang lain juga mendapatkan kwitansi itu,” ujar Kuswadi putera Winarti pedagang pasar. (hrj/hrj)