Jalan Mundur Malang – Lombok, Kusno Berkisah Kendala yang Dihadapinya

728
Kusno sampai di Jalan Raya Purwosari, Pasuruan, Sabtu (10/9/2016).

Pasuruan (wartabromo) – Usia boleh lanjut tapi semangat tetap berkobar bahkan mengalahkan anak-anak muda. Kusno Hadi (67), peia asal Janti, Malang ini bertekad melakukan aksi jalan mundur Malang – Lombok.

Bukan untuk protes, bukan untuk menuntut sesuatu, Kusno melakukannya untuk membuktikan bahwa usia senja harus tetap punya gairah dan semangat olah raga. Pesan lebih dalam yang ingin ia sampaikan adalah “pantang menyerah dalam menjalani kehidupan.”

Kusno memulai langkah mundurnya beberapa waktu lalu dari Malang. Ia menyebut niatannya jalan mundur Malang – Lombok mendapat apresiasi dan dukungan dari sejumlah pihak.

Saat ini, Minggu (11/9/2016), langkah kakek Kusno sampai di Pasuruan. Selama perjalanan Malang hingga Pasuruan ia mengaku tak mendapat kendala serius. Satu-satunya kendalanya adalah “sering hampir ketabrak mobil karena jalan di pinggir jalan raya sambil mundur.”

Meski sudah lanjut, pria Kusno tampak masih sangat bugar. Mengenakan pakaian olah raga kaos dan topi warna merah dipadu dengan celana pendek warna hitam dan spatu sport, ia tampak sangat sehat. Langkah mundurnya mantab tanpa ragu.

Ia melengkapi diri dengan bendera merah putih di punggung sebagai tanda. Ia juga memasang dua spion motor di dadanya yang dirancang khusus untuk bisa melihat suasana di belakangnya.

“Tnggal 8 Oktober harus sampai sana,” tekad Kusno.

Hati-hati, Pak Kusno!

(fyd/fyd)