Dua Portal Padepokan Dimas Kanjeng yang Tutup Jalan Desa Dibongkar

676
Foto: Sundari/wartabromo.com

Gading (wartabromo) – Sehari pasca penangkapan pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, ratusan santri masih bertahan di padepokan yang terletak di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Jumat (23/9/2016). Bahkan, para santri masih menutup jalan umum dengan portal.

IMG_20160923_230519Puluhan polisi Satsabhara Polres Probolinggo bersenjata lengkap dan mengenakan rompi anti-peluru, bergerak dari Mapolres ke Padepokan untuk melakukan patroli. Sekitar dua puluh menit perjalanan, pasukan yang dari yang dipimpin Kasatsabhara AKP Istono tiba di lokasi. Sesampainya di pintu gerbang masuk padepokan, pasukan Sabhara dihadang oleh portal besi yang dioperasikan santri.

Mendapati hal itu, Istono turun dari truk dan memberikan penjelasan kepada puluhan santri bahwa itu jalan umum dan tidak boleh ditutup. Santri masih ngotot dan menolak portal dibuka. Istono kemudian memberikan argumen tegas, dan memerintahkan anggotanya membuka portal.

Portal dibuka, lalu mobil pikap, truk dan motor polisi lalu masuk ke kompleks padepokan. Pasukan Bhayangkara kemudian bergerak ke gerbang belakang padepokan. Ternyata, di sana jalan desa juga ditutup dengan portal besi dan santri menyetop jalan dengan bangku bambu.

Istono dan pasukannya kemudian membongkar portal besi. Palang besi itu dibengkokkan, batunya juga dipindah. Setelah portal besi roboh, polisi membongkar portal bangku bambu dan membuangnya ke sungai. Pos Padepokan di depan portal juga dibongkar polisi dan rangkanya dibuang ke sungai. “Ini jalan umum. Silahkan masyarakat lewat. Ayo silahkan,” teriak sejumlah polisi yang melihat warga hendak melintas dan ragu-ragu.

Sejak beberapa bulan terakhir, jalan desa di padepokan memang ditutup bagi warga dan diportal. Camat Gading Slamet Haryanto mengatakan, jalan yang ditutup pihak padepokan merupakan jalan umum dan menghubungkan Desa Gading Wetan dan Wangkal.

“Jalan itu ditutup pihak padepokan sejak beberapa bulan terakhir. Mereka ijin hanya menuntut jalan sementara karena ada kegiatan, ternyata jalannya ditutup terus-menerus sehingga warga tak bisa lewat. Pembongkaran portal ini oleh polisi sudah tepat,” katanya. (saw/fyd)