Cekcok Maut Dua Perempuan di Nguling Diduga Dipicu Isu Santet

1952

Nguling (wartabromo.com) – Isu ilmu hitam atau santet masih sangat sensitif di kalangan masyarakat Kabupaten Pasuruan. Sebuah pertengkaran antara dua perempuan di Dusun Krajan, Desa Randuati, Kecamatan Nguling hingga menyebabkan seorang meninggal dunia dan yang lain terluka parah akibat sabetan celurit terjadi diduga karena pelaku tak terima dituding punya ilmu santet.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Riyanto mengatakan, saat ini pihaknya sedang mendalami kasus ini. Ia belum bisa memastikan motif penganiayaan dengan pemberatan atau pembacokan.

“Tapi saya memang sudah mendengar keterangan beberapa saksi yang menyebutkan bahwa awalnya Paijah (pelaku) tidak terima dituduh sebagai dukun santet,” kata Riyanto, Jumat (9/12/2016).

Peristiwa berdarah tersebut bermula sekira pukul 09.00 WIB, saat seorang ibu rumah tangga warga desa setempat bernama Paijah (40) tiba – tiba mendatangi rumah Ulfiah (40) sambil membawa senjata tajam.
Saat bertemu, keduanya pun langsung terlibat cekcok dan pertengkaran hebat di pekarangan rumah korban.

Tak hanya itu, pelaku yang bersenjata tajam itu tiba – tiba mengamuk membabi buta sehingga berusaha membacok korban, Ulfiah (40) yang berusaha melindungi diri.

Mendengar ribut-ribut dan teriakan dari Ulfiah (40) Ibu mertuanya, Siamah (60) yang berada di dalam rumah langsung keluar menghampiri keduanya. Namun, naasnya, saat akan membantu, Paijah langsung membacok nenek Siamah yang berusaha melindungi dengan cara mendekap menantunya.

Akibat kejadian tersebut,  Siamah (60) mengalami luka bacok dan mengembuskan nafasnya yang terakhir saat dibawa ke  Rumah Sakit Dr R Soedarsono Kota Pasuruan. Sementara Ulfiah (40) mengalamai luka bacok dan dibawa ke RS Tongas Probolinggo.

Sebenarnya, kedatangan pelaku ke rumah korban hendak menemui Sanali, suami Ulfiah. Namun karena Sanali tak berada di rumah, pelaku melampiaskan kemarahan pada istrinya dan terjadilah tragedi ini.

“Beberapa keterangan menyebutkan, Paijah ini dituduh dukun santet oleh Sanali,” terang Riyanto.

Saat ini pelaku sudah diamankan polisi dan menjalani pemeriksaan intensif. (fyd/fyd)