Siswa Madrasah di Probolinggo Juara Lomba Robotik Asia

343

Malaysia (wartabromo.com) – Pelajar asal MAN 2 Kota Probolinggo, berhasil membawa harum nama bangsa Indonesia di kancah Internasional. Mereka berhasil menjadi juara pada ajang robotik, di dua negara berbeda sekaligus, Malaysia dan Singapura.

Kepala MAN 2 Kota Probolinggo Mohammad Alfan Makmur, mengatakan di awal tahun 2017 ini, tiga siswanya, yakni Muhammad Kealvin Al Akbari (kelas XI), Muhammad Rois Amin (kelas XI), dan Rifqy Taufiq Aprilianto (kelas X) mengikuti kontes robotik.

Pertama, kontes Robot Intelligent Contest (RIC) digelar pada 18 Januari 2017, di Science Center Singapore, Singapura. Kemudian mengikuti International Robotic Training and Competition (IRTC) yang digelar di Johor Baharu, Malaysia pada 18 -19 Januari 2017.

Pada ajang , Robot Intelligent Contest (RIC), Siswa MAN 2 Kota Probolinggo menempati posisi ke-4 dari seluruh pemenang pada event tersebut. Tim ini mendesign, merakit, dan memprogram robot agar bisa memilah barang berdasarkan warna dan menaruh barang tersebut pada tempat yang ditentukan.

juara robot1

“Robot yang dirakit ini dilengkapi dengan camera pixy untuk memilah barang dan sensor garis. Penilaiannya didasarkan pada kecepatan bekerja, banyaknya barang yang dikumpulkan, dan pinalti yang dilakukan,” ujarnya melalui sambungan seluler, Jumat (20/1/2017).

Sementara di Malaysia, tim yang sama kembali mendulang prestasi dengan menggondol juara II kategori Robot Micro Line Tracer. Dalam kompetisi ini, mereka diminta untuk merakit dan memprogram robot dari awal.

“Dalam event IRTC ini, penilaiannya didasarkan pada aspek logika logaritma, waktu tempuh robot menuju finish, dan juga asepk retry dan pinalti. Jadi robot yang cepat sampai finish dan mendapatkan point yang banyaklah yang menang,” terang M. Alfan Makmur.

Sebagai juara, mereka mendapatkan tropi, medali, dan sertifikat. Pengalaman berkompetisi dengan negara-negara lain di Asia juga menjadi hadiah tersendiri bagi mereka. “Apalagi, perjalanan tim ini ke Malaysia dan Singapura juga tidak lepas dari persoalan, utamanya soal pendanaan. Memang butuh pengorbanan untuk meraih prestasi,” tandas Alfan. (saw/saw)