Jelang Imlek, Petani Buah Naga Raup Untung Besar

0
322

Paiton (wartabromo.com) – Menjelang Hari Raya Imlek 2568, permintaan buah naga di Probolinggo meningkat. Selain permintaan meningkat, harga jualnya juga terkerek naik. Petani pun meraup untung hingga jutaan rupiah, setiap panen.

Petani buah naga raup untung besar, seiring meningkatnya  permintaan buah dari konsumen. Seperti yang alami oleh Mistin, warga Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton ini. Di kebun seluas 5 hektar miliknya, ia mampu memanen sekitar 5 ton per hari.

“Buah sebanyak itu, dikirim ke agen buah di Jakarta dan Banyuwangi,” ujarnya, Selasa (24/1/2017).

Buah yang identik, sebagai buah keberuntungan di kalangan etnis Tionghoa itu, habis terserap pasar. Bahkan ia mengaku kekurangan stok buah untuk memenuhi pasar.

IMG-20170124-WA0064

Tak hanya, peningkatan volume permintaan, petani buah naga juga diuntungkan dengan naiknya harga buah. Sejak Senin kemarin, buah naga grade A yang semula seharga Rp. 9.000 per kilo gram, kini harganya naik menjadi Rp.10.000 per kilo gram. Dengan naiknya permintaan dan harga, tentu saja omsetnya melonjak. Dengan begitu, Mistin mampu meraup pendapatan sebesar Rp. 50 juta.

“Sejak kemarin harganya naik, tadi saja buah yang disini oleh agen diminta untuk tidak dikirim ke yang lain. Kemungkinan sampai Imlek harganya naik hingga seratus persen,” tuturnya.

Mistin mengaku agar kualitas dan mutu terjaga, seusai panen, buah naga tersebut disemprot menggunakan pestisida. Guna mengindari dari serangan ulat dan kutu buah.

Selain melayani pembeli dari luar daerah, Mistin juga melayani pedagang buah lokal. Buah naga organik yang dikembangkannya juga diburu konsumen lokal. “Di pasar banyak dicari orang, karena rasanya berbeda dengan buah naga yang dijual di jalan-jalan itu. Buah naga yang disini lebih segar rasanya,” kata salah satu pembeli Kholiyah.

Diperkirakan, sehari menjelang Imlek pada 28 Januari nanti, harga buah naga ini mengalami kenaikan hingga seratus persen. (saw/saw)