Pemilih Pemula Kabupaten Probolinggo Capai 39 Ribu

601

Kraksaan (wartabrom.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo telah melakukan pemutakhiran data berkelanjutan pemilih. Dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Probolinggo 2018 nanti, jumlah pemilih pemula diperkirakan mencapai 39.509 orang.

Ketua KPU Kabupaten Probolinggo M. Zubaidi menungkapkan, pihaknya melakukan pemutakhiran data berkelanjutan setiap bulan.

Dari hasil pemutakhiran berkelanjutan daftar pemilih lama sekitar 860.878 orang. Sedangkan, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pada pemilihan bupati tahun depan sekitar 900.387. Sehingga, jumlah pemula pada pemilihan bupati tahun depan sekitar 39.509 pemilih.

Angka perkiraan jumlah 39.509 pemilih pemula itu, berdasarkan warga yang mempunyai hak pilih per 27 Juni 2018 mendatang. Angka itu berasal dari kalangan pelajar atau warga sipil yang belum pernah mengikuti pemilihan di Kabupaten Probolinggo. selain itu, juga ditambah dengan anggota TNI atau Polri yang pensiun setelah Pilpres 2014.

“Pemilih pemula itu warga yang baru kali pertama memiliki hak pilih. Jadi, tidak hanya warga yang baru berusia 17 tahun ke atas per 27 Juni 2018, tapi juga pensiunan TNI atau Polri. Angka itu bisa berkurang atau bertambah. Karena ada mutasi keluar-masuk dan pemilih yang meninggal dunia,” ujar Zubaidi, Rabu (13/9/3017).

Ia menerangkan dari data daftar pemilih tetap (DPT) Pilpres 2014 lau, ada 857.511 pemilih. Namun, berdasarkan data kependudukan di Kabupaten Probolinggo, jumlah pemilih hasil pemutakhiran berkelanjutan mencapai 860.878 orang. Hal itu, karena ada mutasi keluar-masuk dan pemilih yang meninggal dunia.

“Setiap bulan kami melakukan pemutakhiran berkelanjutan untuk mendata pemilih yang keluar dan masuk ataupun meninggal dunia,” terang mantan guru ini.

Berdasarkan data Dispenduk Capil yang diterima KPU, pasca Pilpres 2014 jumlah pemilih di Kabupaten Probolinggo yang mutasi cukup banyak. Mereka yang keluar ada 12.131 jiwa dan masuk 10.384 orang. Sedangkan, yang meninggal dunia ada 779 jiwa. Tetapi, setelah dikroscek di data online hanya tersaring 667 pemilih yang meninggal dunia. “Kemungkinan, selisihnya NIK-nya bermasalah double atau lainnya,” jelasnya. (cho/saw)