Wisatawan Asal Surabaya Ditemukan di Kedalaman 4 Meter Air Terjun Madakaripura

1531

Probolinggo (wartabromo.com) – Pencarian Suyitno Budi, yang berlangsung sejak pagi, oleh tim SAR Gabungan, akhirnya membuahkan hasil. Ia ditemukan membeku berada di kedalaman empat meter pada areal air terjun Madakaripura, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.

Tim gabungan, yang terdiri dari tim BASARNAS Pos Jember, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kodim 0820 Probolinggo dan Polres Probolinggo, sempat mengalami kendala saat melakukan pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya Suyitno. Namun, setelah berjuang lebih dari 6 jam lamanya, proses itu membuahkan hasil.

Tubuh warga jalan Sambiarum lor 53H/26 RT.09/RW.06 Kelurahan Sambikerep, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya itu, tersangkut alat pengait petugas. Tak ingin kehilangan, petugas segera melakukan penyelaman. “Korban kami temukan pada kedalaman 4 meter dan jarak 3 meter dari lokasi posisi korban jatuh,” terang Heri, salah satu petugas BPBD Kabupaten Probolinggo.

Heri menceritakan, untuk mencari jenasah korban, selain menggunakan alat kait dan menyelam, tim SAR juga menggunakan paralon berdiameter 2 dim. Paralon ini digunakan untuk menguras air di cekungan air terjun. “Ya air yang kita kuras dialirkan dari paralon itu, sehingga kedalaman cekungan air terjun berkurang dan memudahkan pencarian,” terangnya.

Selanjutnya jenasah Suyitno Budi (49), dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas untuk diotopsi. Rencananya, hari ini juga, jenasah korban akan dipulangkan ke rumah duka.

Sebagaimana diwartakan, korban tewas saat berwisata di air terjun Madakaripura, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Selasa (19/9/2017). Ia tenggelam usai terpeleset dan tenggelam di cekungan air terjun, saat asyik swafoto bersama rekan-rekannya.

Saat kejadian, rekan korban langsung berusaha menolong pria yang tinggal. Namun, usaha itu tak berhasil, karena tubuh korban tersedot pusaran air terjun. Salah satu dari mereka kemudian melaporkan kejadian itu ke pengelola wisata. Pencarian terhadap korban kemudian dilakukan oleh dilakukan oleh Forkopimka Lumbang, bersama BPBD Kabupaten Probolinggo, ADM Perhutani Probolinggo, Dinas Disporabudpar dan masyarakat sekitar melakukan pencarian korban. (cho/saw)