Truk Bulog Muat Rastra Masuk Jurang

594

Probolinggo (wartabromo.com) – Sebuah truk bermuatan bermuatan beras sejahtera (rastra) milik Bulog Probolinggo, masuk jurang di Desa Pakel, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Diduga sopir tak menguasai kondisi jalanan saat mencoba menaklukkan tanjakan.

Menurut Camat Sukapura, Yulius Christian, kecelakaan tunggal truk dipastikan milik Bulog Probolinggo. Truk dengan nopol N-8090-RC itu, mengangkut beras bersubsidi atau rastra untuk warga Desa Pakel.

Sekitar pukul 10.30 WIB, truk dikemudikan Arifin (48), warga Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo melaju pelan tiba-tiba mengalami mati mesin saat berada di sebuah tikungan.

Tanpa komando, tiga pekerja yang ikut, yakni Busar (46), warga Desa Bantaran, Kabupaten Probolinggo, Slamet Hariyono (46), Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo dan Anton (36), warga Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo, turun.
Mereka bersama-sama mengganjal roda belakang truk dengan batu yang ada di sekitar jalan.

Namun, saat pekerja masih berjongkok di samping kiri dan kanan roda belakang truk, tiba-tiba rem dan handrem dilepas oleh sang sopir. Akibatnya, truk berjalan mundur, dan pekerja pun secara spontan menghindar.

Ketiga pekerja pun terjungkal di jalanan beraspal. Sedangkan truk tidak bisa dikendalikan, terus saja mundur hingga masuk ke jurang.
Bodi truk tersangkut pada pohon di kedalaman sekitar 100 meter dari jalan.

“Sopir mengira pengaman sudah terpasang, beruntung sebelum masuk ke jurang, sopir sudah melompat dari truk,” kata Camat Yulius, Jumat (22/9/2017).

Yulius menuturkan, truk itu pada pukul 08.00 WIB, berangkat dari Gudang Bulog Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, mengangkut beras bersubsidi warga Desa Sukapura dan Desa Pakel sebanyak 5.000 kg atau 5 ton.

Sekira pukul 09.00 WIB tiba di kantor Desa Sukapura dan menurunkan sebanyak 1.745 kg. kemudian pada pukul 10.00 WIB melanjutkan ke Desa Pakel dengan muatan sebanyak 3.255 kg (217 karung @ 15 kg).

“Truknya belum kita evakuasi karena medannya curam ditambah minimnya peralatan. Untuk beras sebagian berhasil dievakuasi,” terang Yulius.

Petugas kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebabnya. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sopir dan dua pekerja hanya mengalami luka ringan.

“Mungkin sopirnya tidak berpengalaman lewat disitu. Padahal jalannya sudah beraspal mulus. Ketika menanjak dan memilih ke kanan, truk tiba-tiba mati. Mungkin karena persneling ada di gigi 2, kan seharusnya gigi 1,” kata Kapolsek Sukapura AKP. Noer Choiri. (cho/saw)