Paska Blokir Akses Tol Paspro, Ini Janji Pelaksana Proyek Kepada Warga

0
340

Probolinggo (wartabromo.com) – Aksi blokir warga Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, mendapat respon dari pelaksana proyek pembangunan jalan tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro). Mereka berjanji akan bertanggung jawab atas kerusakan rumah warga dengan cara diperbaiki.

Hal itu disampaikan oleh kepala proyek seksi 2 PT Waskita Karya, Didik Sabto, pada sejumlah wartawan, Jumat (27/10/2017).

“Kami sudah bertemu dengan warga. Kami akan tanggung jawab. Tapi kami akan verifikasi dahulu apa penyebabnya. Mulai dari tanaman yang mati, gatal-gatal yang dialami warga bangunan rumah yang retak,” ujarnya.

Didik menjelaskan, verifikasi dilakukan untuk mengetahui, apakah semua dampak yang dirasakan warga murni akibat pembangunan proyek tol atau karena penurunan tanah.

Sebab menurutnya, aktivitas proyek getarannya tidak sedasyat gempa. Jadi, tidak bisa dikatakan merusak bangunan.

“Intinya kami akomodir. Kami akan melakukan survei. Sebab, keretakan itu bisa disebabkan banyak faktor. Dari sana akan diketahui, apakah retakan itu baru terjadi atau sudah lama,” kata Didik.

Hal yang sama juga didilakukan pada tanaman mati yang diduga karena debu. Untuk itu, pihak Waskita Karya akan mengajak Dinas Pertanian.

“Untuk mengetahui penyebab rusaknya tanaman warga. Apa memang disebabkan debu atau malah ada penyebab lain, ” ungkapnya.

Didik mengatakan pemberian bantuan terhadap warga nantinya tidak sama rata. Tergantung tingkat kerusakan yang terjadi. “Jadi, nanti bantuan yang kami berikan tidak serta merta. Tapi kami ukur sesuai dengan kerusakannya,” ungkap kepala proyek itu.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, puluhan warga Desa Kedung Supit, Kecamatan Wonomerto, melakukan aksi blokir akses masuk proyek tol Paspro pada Rabu (25/10/2017). Mereka menuntut pelaksana proyek tol bertanggungjawab dengan kerusakan yang diakibatkan oleh proyek itu. (fng/saw)