Tak Terkait Gunung Agung, Status Waspada Bromo Sudah Setahun Lalu

0
357

Probolinggo (wartabromo.com) – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan aktivitas Gunung Bromo di Probolinggo tidak ada sangkut pautnya dengan Gunung Agung Bali. Status waspada pada gunung ini sudah berlangsung sejak 20 Oktober 2016 silam.

Kepala pos PVMBG Gunungapi Bromo, Ahmad Subhan, mengatakan aktivitas Gunung Bromo selama ini cenderung fluktuatif. Pada 26 September 2016 pukul 06:00 WIB, statusnya naik dari waspada ke siaga. Namun, pada 20 Oktober 2016 pukul 18:00 WIB, statusnya diturunkan dari siaga ke waspada.

“Sejak itu hingga saat ini statusnya masih sama. Kami tidak menurunkan statusnya dari waspada ke normal, karena masih fluktuatif,” ujarnya Selasa (28/11/2017).

Subhan menuturkan, saat ini secara visual aktivitas Gunung Bromo terpantau mengeluarkan asap berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50-900 meter diatas puncak kawah. Asap dari dalam kawah ini, bertekanan lemah.

“Terdengar suara gemuruh dari kawah gunung Bromo,” kata Subhan.

Meski ketinggian asap lebih tinggi dari sehari sebelumnya yang hanya mencapai 609 meter diatas puncak kawah, namun aktivitas kegempaan masih sama. Dimana hari ini, tremor menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.5-1 mm (dominan 1 mm).

“Sudah biasa, kalau ada gunung api di Indonesia bergejolak, pasti selalu dikait-kaitkan dengan kondisi Bromo. Kami tegaskan kondisi Bromo tidak terkait dengan gunung api manapun. Sampai saat ini masih berstatus waspada,” tegas pria asal Banyuwangi ini.

Dengan kondisi Gunung Bromo yang berstatus waspada, PVMBG melarang masyarakat di sekitar dan wisatawan ataupun pendaki, memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif Gunung Bromo. (saw/saw)