Pasuruan (WartaBromo.com) – Pasuruan United resmi mengajukan permohonan perpindahan venue pertandingan melawan Persak Kebumen dalam lanjutan Liga 4 Piala Presiden 2025/2026. Manajemen tim berjuluk Laskar Santri Mbeling itu menilai Stadion Notohadinegoro, Jember, belum cukup layak untuk menggelar pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (16/6/2026).
Permohonan tersebut disampaikan melalui surat resmi bernomor 177/PU/VI/2026 yang ditandatangani Manajer Pasuruan United, Fitroh Mucharom, pada Minggu (14/6/2026) kemarin.
Keputusan mengajukan perpindahan venue bukan tanpa alasan. Manajemen Pasuruan United mengaku telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan menemukan sejumlah kondisi yang dinilai berpotensi mengganggu jalannya pertandingan, terutama terkait keselamatan pemain.
Manajer Pasuruan United, Fitroh Mucharom, mengatakan pihaknya menaruh perhatian serius terhadap kualitas lapangan yang akan digunakan dalam pertandingan resmi kompetisi nasional.
“Kami sudah meninjau lokasi dan mengecek kelayakannya. Dari sisi manajemen, kami menilai stadion tersebut kurang layak untuk pertandingan. Pertimbangan utama kami adalah keamanan pemain dan potensi cedera yang bisa terjadi,” ujarnya, Senin (15/6/2026).
Menurut Fitroh, kondisi rumput lapangan menjadi salah satu catatan utama. Selain tidak merata, terdapat sejumlah titik yang berlubang sehingga berisiko membahayakan pemain saat bertanding.
“Kondisi lapangan, terutama rumputnya, masih kurang standar. Ada beberapa bagian yang bolong-bolong. Selain itu, secara teknis juga memengaruhi aliran bola sehingga pertandingan tidak bisa berjalan optimal,” katanya.
Tak hanya Pasuruan United, Persak Kebumen selaku calon lawan juga disebut telah mengajukan permohonan serupa kepada operator kompetisi. Bahkan, pembahasan terkait venue alternatif telah dilakukan dalam rapat yang melibatkan kedua tim dan panitia pelaksana.
“Permohonan perpindahan lapangan diajukan oleh masing-masing tim. Sudah ada respons dan juga rapat yang melibatkan Pasuruan United, Persak Kebumen, serta panitia pelaksana,” tambah Fitroh.
Sebagai solusi, kedua tim mengusulkan beberapa stadion alternatif yang dinilai lebih siap menggelar pertandingan. Di antaranya Stadion Glagahwero dan Stadion Kalisat yang berada di wilayah Kabupaten Jember.
Hingga kini, Pasuruan United masih menunggu keputusan resmi dari PSSI terkait permohonan tersebut. Manajemen berharap federasi dapat mempertimbangkan aspek keselamatan pemain dan kualitas pertandingan sebelum menetapkan venue yang akan digunakan. (don)





















