DLH Uji Kualitas Air Ranu Segaran

867

Probolinggo (wartabromo.com) – Dinas Lingkungan hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo terus memantau pencemaran lingkungan yang terjadi di Ranu Segaran, Kecamatan Tiris. DLH pun melakukan uji laboratorium kandungan air pada wisata alam itu.

Kasi Pemantauan Kualitas Lingkungan Hidup pada DLH, Yusdi Vari Afandi, mengatakan uji laboratorium itu, sangat penting dilakukan mengingat Ranu Segaran merupakan sumber mata air dan tempat budidaya ikan air tawar di wilayah Tiris. Tujuannya untuk mengetahui tingkat konsentrasi toxic atau racun yang ada di dalam perairan tersebut, apakah masih dalam batasan normal atau berbahaya. “Selain air di pinggir, kami juga mengambil air yang berada di tengah danau,” ujarnya, Rabu (7/3/2018).

Uji sample di laboratorium, kataYusdi, berdasarkan pada Klasifikasi Mutu Air Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001. Dimana ada 4 klasifikasi, yakni air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air bakti air minum. Klasifikasi kedua adalah air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana atau sarana rekreasi air. Ketiga adalah pembudidayaan ikan air tawar dan peternakan. Yang terakhir adalah air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukkan lain. “Tapi kami hanya menguji air pada level dua saja. Karena lavel dua itu kesesuaian dengan lokasi wisata,” ucapnya.

Ia menuturkan uji mutu air di Ranu Segaran adaah kegiatan rutin. Misalnya pada sekitar Oktober 2017, DLH mengambil air yang berada di tengah ranu dan di pinggir barat. Hasilnya, air Ranu Segaran dinyatakan layak atau aman untuk kegiatan pariwisata. Untuk tahun ini juga dilakukan uji mutu air di kawasan itu.

“Begitu pula tahun ini, kami sudah mengambil sample airnya di lokasi untuk lakukan uji lab kembali. Untuk saat ini, sample tersebut sudah dalam masa pengujian di laboratorium. Hasilnya baru diketahui sebulan mendatang,” kata Yusdi.

Pria asal Kraksaan itu, mengatakan survei langsung ke Ranu Segaran guna mendapatkan gambaran dan temuan yang signifikan terkait seberapa parah pencemaran yang terjadi di Ranu Segaran. Pasalnya, pengujian sampel untuk kepentingan pariwisata dan perikanan dengan air konsumsi, berbeda standarisasinya.

“Sebenarya uji laboratorium tersebut sudah menjadi rutinitas tahunan DLH. Pengambilan sample air tersebut dilakukan tidak hanya pada satu lokasi saja. Melainkan, seluruh lokasi wisata, salah satunya Ranu Segaran,” tutup Yusdi. (saw/saw)