Terobos Perlintasan di Jorongan, Xenia Dihantam KA Sri Tanjung

1120

Probolinggo (wartabromo.com) – Sebuah mobil keluarga nekat terobos perlintasan tanpa palang pintu di Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Akibatnya, 1 penumpang tewas, setelah mobil dihantam KA Sri Tanjung, Rabu sore (28/3/2018).

Peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 17.00 di perlintasan yang berada di dekat proyek tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro). Saat itu, mobil Xenia warna putih dengan nopol N 880 NR yang dikemudikan Slamet (52), melaju dari arah timur ke barat. Di dalam mobil itu, ada dua anggota keluarganya, yakni Sri Andayani (52) dan Lilik Hermanus Tyas (55).

Sesampainya di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Jorongan, Kecamatan Leces, pengemudi asal jalan.Komak Indah 11, RT 04 RW 10, Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo itu bukannya berhenti melainkan terus menyeberang.

Disaat yang bersamaan dari arah utara muncul KA Sri Tanjung dengan masinis Tachdi Waluyo dan asisten masinis Kisi Gelar Suganda. Cepatnya laju KA jurusan Surabaya-Banyuwangi itu, tanpa ampun menghantam mobil keluarga yang belum sampai diseberang itu.

“Diduga pengemudi mobil tidak memperhatikan rambu-rambu yang terpasang di perlintasan itu. Sehingga, langsung menyeberang tanpa melihat kondisi perlintasan. Saat berada di tengah rel, muncullah kereta api dari arah utara,” jelas Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Probolinggo, Ipda. I Nyoman Harayasa.

Akibatnya mobil berwarna putih tersebut terseret beberapa meter dari lokasi akibat hantaman KA dengan nomor loko CC 7019201 tesebut. Bahkan kerasnya hantaman, membuat Lilik terlempar dari dalam mobil. Sementara, mobil Xenia tersebut mengalami kerusakan parah terutama di sisi kanan.

Oleh warga dan petugas Satlantas, ketiga penumpang mobil kemudian dievakuasi. Mereka dilarikan ke RSUD dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo untuk mendapatkan perawatan medis. Sayangnya usaha tim medis rumah sakit tak mampu menyelamatkan nyawa Lilik.

“Satu penumpang meninggal dunia di rumah sakit. Sementara yang lain mengalami luka-luka dan mendapat perawatan medis,” tambah mantan KBO Satlantas ini.

Petugas menghimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati ketika melintas di perlintasan kereta api. Terutama di perlintasan kereta api tanpa palang pintu. (fng/saw)