Terciduk Pol-PP Probolinggo di Warung Remang-remang, Pengakuan Perempuan ini Bikin Shock

938

Probolinggo (wartabromo.com) – Entah, apa yang salah pada diri perempuan asal Pasuruan ini. Untuk dapat cukupi kebutuhan keluarga, ia mengaku diarahkan menjadi PSK, bahkan diantar langsung oleh ibu kandungnya, di sebuah warung remang di Probolinggo.

Perempuan itu berinisial RS (28), asal Sidogiri, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, terciduk petugas Satpol PP Kabupaten Probolinggo, di sebuah warung remang-remang di Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, Rabu (4/4/2018). Ia diamankan bersama seorang perempuan lainnya, asal Desa Corosuri, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, berinisial ID (38).

Kepada petugas, RS mengaku baru semalam di tempat itu. Ia terpaksa menjadi PSK karena kesulitan dalam menafkahi putranya yang baru berusia 3 tahun. Kesulitan ekonomi itu terjadi sejak dirinya menjadi janda. Mirisnya lagi, ia diantar ibunya sendiri ke lokasi prostitusi itu.

“Sebelumnya saya kerja sebagai pegawai toko baju, namun gajinya kecil dan tidak cukup untuk kebutuhan hidup. Akhirnya oleh ibu diantar ke sini untuk bekerja. Ya nggak tahu kerja apa, kan baru semalam disini dan langsung kena petugas,” tutur RS.

Sementara itu, Budi Utomo, Kanit TRC Satpol PP Probolinggo, menyebutkan bahwa keduanya diamankan saat tengah mangkal. Sayang dalam razia pekat jelang Ramadhan itu, para mucikari berhasil lolos dari sergapan petugas.

“Kami sendiri tidak tahu mengapa belakangan ini marak PSK yang mangkal di Kabupaten Probolinggo. Namun yang jelas, kami akan terus giat membersihkan praktek prostitusi ini. Yakni dengan cara sering merazia warung yang diduga sebagai tempat prostitusi terselubung,” ujarnya. (cho/saw)