Satgas Pangan Temukan Aneka Roti Kadaluarsa

891


Probolinggo (wartabromo.com) – Tak hanya pedagang di Kota Probolinggo yang terindikasi nakal dalam berdagang, di Kabupaten Probolinggo juga sama. Dimana Tim Satgas Pangan Kabupaten Probolinggo menemukan aneka roti kadaluarsa dijual oleh beberapa swalayan di Kraksaan.

Jumat (7/5/2018) sore, Tim Satgas Pangan dari Polres, Dinas Kesehatan, Dinas Satpol PP dan Disperidag Kabupaten Probolinggo, melakukan sidak di swalayan dan toko di Kota Kraksaan. Ada 3 tempat yang menjadi sasaran tim, pertama di toko Rejeki dan Diva Swalayan di jalan Panglima Sudirman. Serta swalayan Soponyono di jalan Imam Bonjol.

Kanit Tipiter Satreskrim Polres Probolinggo, Ipda Mawan, menuturkan sidak kali ini difokuskan pada makanan kebutuhan lebaran nanti seperti biskuit, roti, jelly dan lainnya. Sebab ada kecenderungan makanan sejenis ini rawan dicampur antara yang bagus dengan jelek. Baik itu rusak secara fisik maupun sudah habis kadaluarsanya.

“Tim satgas pangan pada sidak kali ini memfokuskan pada makanan dan minuman yang akan dijual pada momen lebaran nanti. Kami mengantisipasi adanya makanan dan minuman yang rusak dijual oleh pedagang. Sebab hal itu berbahaya bagi kesehatan masyarakat,” kata Ipda Mawan.


Hasilnya dalam sidak selama 2 jam lebih itu, Satgas Pangan menemukan beberapa jenis makanan yang hampir habis masa kadaluarsanya. Ada juga roti yang sudah melewati masa kadaluarsa yang masih dipajang display. Serta ada kemasan makanan yang sobek atau rusak, bahkan timbul jamur.

Oleh Satgas Pangan, makanan rusak dan kadaluarsa itu diambil dari etalase. Selanjutnya barang-barang itu disita untuk dimusnahkan.

“Kami akan memanggil pengelola swalayan untuk di lakukan pembinaan. Jika setelah dibina masih melakukan hal yang sama, maka akan Kami proses secara hukum,” ujarnya.

Petugas mengimbau kepada masyarakat yang akan berbelanja kebutuhan makanan lebaran untuk berhati-hati dan teliti. Terutama untuk melihat masa berlaku dan ijin edarnya. Serta melihat kondisi makanan, jika sudah timbul jamur agar tidak dikonsumsi. (cho/saw)