Ribuan Santri Kota Probolinggo Shalat Ghaib untuk Korban Gempa NTB

968
Santri PP Riyadlus Sholihin, di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan gelar shalat ghaib, di masjid jamik pesantren, Senin (6/8/2018). Selain shalat ghaib, doa dipanjatkan untuk Korban bencana gempa bumi Lombok.

Probolinggo (wartabromo.com) – Bencana Gempa Bumi di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, menyisakan kesedihan. Ribuan santri di Kota Probolinggo pun berikan empati, dengan shalat ghaib dan doa untuk korban, Senin (6/8/2018).

Shalat ghaib dilakukan santri Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan itu, dilakukan usai shalat dhuhur berjamaah di masjid jamik pesantren. Doa pun dikumandangkan santri, hingga berharap bencana serupa tak terjadi lagi di Indonesia. Lebih-lebih di Probolinggo.

[Simak Selengkapnya : Ribuan Santri Shalat Ghaib untuk Korban Gempa NTB ]

“Kami doakan para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Semoga bangsa Indonesia dan warga Probolinggo dijauhkan dari bencana,” tutur Ustad Mustamir Shodiq, Imam Shalat Ghaib.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan, selain mendoakan para korban, shalat ghaib dan tahlil juga sebagai pembelajaran bagi santri, bahwa apa yang dilakukan kali ini, merupakan bentuk rasa kemanusiaan.

“Kami ajari agar sensitif dengan musibah sehingga bila sudah keluar dari pondok, bisa mengajak lingkungannya peduli, saling mendoakan pada saudara-saudara kita khususnya di Lombok,” ujar Walikota Probolinggo terpilih periode 2019-2024 ini.

Diketahui bencana genpa bumi mengguncang Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat pada Minggu (5/8/2018). Jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pun terus bertambah. Data terakhir yang diterima oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan korban tewas sudah mencapai angka 91 orang. (fng/saw)