Dibayangi Sanksi, Persekabpas Menang 4-1 Atas Persesa Sampang

1099
Misbakhul Huda saat berduel melawan pemain Persesa Sampang di Stadion R. Soedarsono, Pogar, Bangil, Rabu (8/8/2018). Foto : Akhmad Romadoni

Pasuruan (wartabromo.com) – Persekabpas berhasil mengalahkan lawannya asal Pulau Madura, Persesa Sampang pada laga lanjutan babak 16 besar Liga 3 Jawa Timur 2018 di Stadion R. Soedarsono, Kelurahan Pogar, Kabupaten Pasuruan, Rabu (8/8/2018). Sayangnya, kemenangan 4-1 yang ditorehkan, dibayangi sanksi PSSI, karena ada keributan.

Atas hasil yang diraih, Persekabpas bertengger dipuncak klasemen dengan nilai tiga, sedangkan Persesa Sampang berada di bawahnya tanpa meroleh poin.

Babak pertama :
Peluit tanda babak pertama dibunyikan, pertandingan berjalan seru. Kedua tim memperagakan permainan ngotot silih berganti melancarkan serangan.

Rico Hardiansyah membuka keunggulan Persekabpas melalui tendangan bebasnya didekat kotak penalti pada menit ke-12.

Persesa mencoba mengejar ketertinggalan, alih-alih mencetak gol. Wasit malah menghadiahi tendangan penalti kepada Persekabpas, setelah terjadi benturan kedua pemain di kotak terlarang pada menit ke-15.

Pluit pelanggaran itu diprotes keras. Pelatih Persesa Sampang, kemudian meminta pemainnya meninggalkan lapangan. Sempat terhenti lima menit lamanya, mereka kembali ke lapangan.

Faruq yang maju sebagai algojo, menjalankan tugasnya dengan baik. Skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Persekabpas.

Tensi pertandingan kedua tim meninggi. Berbagai pelanggaran keras terjadi. Tekel brutal hingga ayunan sikut warnai laga sepi penonton itu.

Keributan memuncak di menit ke-38 saat pemain sayap The Lassak, Toto Prasetyo dan pemain belakang beradu fisik. Mereka pun adu mulut hingga menyulut keributan, saat berada dekat dengan bench pemain Persesa Sampang. Kedua pemain kesebelasan tampak adu fisik hingga membuat personel Polisi dan Tentara melerai.

Pertandingan dihentikan lebih dari 10 menit untuk mengurangi emosi kedua kubu. Dirasa tensi mereda, wasit memanggil kedua pemain yang terlibat baku pukul itu. Tak lama, wasit Fatkuroji, asal Jombang kemudian “menghukum” pemain belakang Persekabpas Joko Supriyanto dan kiper Persesa, Bagus Triwanto, dengan kartu merah, pada ment ke-30.

Kedua tim sama-sama bermain dengan 10 orang pemain. Namun, suhu panas di pertandingan ini tidak sedikitpun mereda. Permainan keras menjurus kasar masih terlihat.

Hingga wasit meniup peluit panjang berakhirnya pertandingan babak pertama, skor 2-0 untuk keunggulan Persekabpas tidak berubah.

Babak kedua :
Kurang dari lima menit, Persekabpas langsung memperbesar keunggulan, usai akselerasi Pa’at di sisi sayap berbuah gol ketiga pada menit ke-48.

Laskar Trunojoyo keluar menyerang untuk mengejar ketertinggalan. Namun permainan menjadi kasar, kedua pemain kesebelasan silih berganti berjatuhan akibat pelanggaran demi pelanggaran yang terus terjadi.

Pemain Persesa yang baru masuk, Nurul Dayat berhasil memperkecil skor ketertinggalan melalui sontekan didepan penjaga gawang pada menit ke-60.

Pertandingan kerap terhenti akibat protes keras terhadap wasit yang enggan mengeluarkan kartu kuning atas pelanggaran keras.

Asa Persesa untuk memangkas skor buyar, setelah pemain Persekabpas, Novi Atmaja mampu memperbesar skor pada menit ke-74 usai menerima umpan matang dari Faruq.

Permainan kasar terus tersaji, pelatih kepala kedua tim tampak memprotes keputusan pengadil lapangan. Karena banyak pemain yang cedera akibat tekel brutal, pemain kedua timpun tampak saling dorong.

Inspektur pertandingan tampak menenangkan kedua staf pelatih, yang beberapa kali mengajukan protes kepada wasit.

Hingga babak kedua berakhir, Persekabpas menang dengan skor 4-1, atasi tim tamu, Persesa Sampang.

Namun kemenangan tim berjuluk Laskar Sakera ini dibayang-bayangi sanksi. Penyebabnya, ada keributan di bench pemain lawan. Salah satu staf pelatih Persesa juga harus ditandu keluar lapangan akibat mengalami luka di bagian kepala terkena imbas keributan yang terjadi.

Seusai pertandingan, Pelatih Persesa Sampang, Imam Haqiqi mengaku kecewa atas keputusan wasit. Ia menilai wasit berat sebelah, terutama saat memberi hadiah penalti kepada tuan rumah.

“Pemain jadi terprovokasi akibat ulah wasit, pemain sudah main bagus, penonton sudah tenang, ya seperti itu kejadiannya. Kami tidak mau yang menjadi kambing hitam tim kami, padahal wasitnya yang seperti itu. Masak kayak gitu penalti,” ujar Imam.

Pelatih Persekabpas, Kasianto mensyukuri hasil yang diraih timnya, lantaran meraih kemenangan cukup meyakinkan, pada laga pembuka.

“Alhamdulilah, pertandingan pertama diberi kemenangan. Kita sudah canangkan, sebelum briefing tadi pemain sudah kita kasih tahu, permainan “sana”, infonya ngotot cenderung kasar, disitu wasit sangat berperan kalau ngambil dari belakang tidak kartu, otomatis ya seperti itu, kalau ngambil belakang kartu ya kartuen lo (kasih kartu),” ujar Kasianto.