Air Tak Mengalir, Warga Demo PDAM

0
579
Warga 3 Desa saat melakukan aksi demo di kantor PDAM, Jum'at (10/8/2018). (Foto : Gufron)

Probolinggo (wartabromo.com) – Ratusan warga dari 3 desa di Kecamatan Tegal Siwalan, menggruduk kantor unit Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jumat (10/8/2018). Pasalnya, 1,6 tahun lamanya, warga di 3 desa itu tak menikmati aliran air untuk kebutuhan hidup.

Sekitar pukul 9.00 WIB, ratusan warga dari Desa Bladu Kulon, Desa Bulu Jaran Lor, dan Desa Bulu Jaran Kidul, melakukan demo di kantor PDAM. Para pendemo ini, selain berorasi, mereka juga membawa poster kecaman. Mereka adalah para pelanggan PDAM yang selama ini menggantungkan kebutuhan air dari perusahaan daerah itu.

[Simak Selengkapnya : Air Tak Mengalir, Warga Demo PDAM ]

Warga kesal karena selama 18 bulan atau 1,6 tahun ini, mereka tak menikmati aliran air bersih. Sehingga pengeluaran untuk mendapatkan air bersih, semakin membengkak. Mereka menuntut pihak PDAM segera melancarkan air bersih ke desa tersebut.

“Warga sangat tergantung dengan air bersih dari PDAM. Sudah setahun setengah, alirannya tidak lancar. Meski sudah tutup rekening, ternyata hal itu malah membuat pengeluaran warga semakin membengkak. Ya untuk membeli air bersih, beli jerigen dan lain-lain,” tutur Lukmannul Hakim, Koordinator aksi.

Ia mengatakan sedikitnya ada 1.000 pelanggan PDAM yang terdampak akibat tak mengalirnya pasokan air itu. Mereka selama ini, sudah beberapa kali melapor ke pihak PDAM tersebut. Bahkan melakukan perundingan dengan petugas. Namun, upaya itu hanya menjadi isapan jempol belaka. Karena janji dari petugas hanya tinggal janji.

“Kami sudah beberapa kali melaporkan hal itu, namun pihak PDAM sendiri tidak ada jawaban yang jelas. Sehingga inilah jalan terakhir yang kami tempuh dengan melakukan demo dan orasi di depan kantornya,” jelasnya.

Perwakilan pendemo kemudian diterima oleh pihak manajemen PDAM. Mereka diajak berunding untuk mencari solusi dengan disaksikan aparat kepolisian, TNI dan Pemkab Probolinggo. (fng/saw)