Koran Online 31 Agustus : Histeris Warnai Eksekusi 6 Rumah di Kebonagung, hingga Penyebar Foto Editan Jokowi-Mega Diciduk

1385
Nur Saidah histeris saat rumahnya dieksekusi, Kamis (30/8/2018). (Foto : Tuji Hartono)

Beragam peristiwa kami sajikan pada 30 Agustus melalui laman media online wartabromo. Ragam berita menarik kini kami rangkum untuk kembali anda baca dalam koran online edisi Jumat (31/8/2018). Mulai Histeris Warnai Eksekusi 6 Rumah di Kebonagung, hingga Penyebar Foto Editan Jokowi-Mega Diciduk :

  1. Histeris Warnai Eksekusi 6 Rumah di Kebonagung
Nur Saidah histeris saat rumahnya dieksekusi, Kamis (30/8/2018). (Foto : Tuji Hartono)

Pasuruan (wartabromo.com) – Pengadilan Negeri (PN) Pasuruan mengeksekusi 6 rumah, di wilayah Kebonagung, Kota Pasuruan, Kamis (30/8/2018). Histeris pemilik rumah warnai eksekusi rumah termasuk di Jl Urip Sumoharjo itu.

Terlihat Nur Saidah (40), berteriak-teriak saat petugas mengeluarkan seluruh perabotan di dalam rumahnya. Tengadahkan kedua tangannya, ibu empat anak ini histeris berucap telah didzalimi hingga mendoakan hal buruk kepada mereka yang terlibat mengeksekusi rumahnya. Simak Selengkapnya.

  1. Truk ‘Hajar’ Pemotor asal Sukorejo Hingga Tewas

Purwosari (wartabromo.com) – Seorang pemotor tewas ditabrak truk, saat melintas di jalanraya Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Kamis (30/8/2018). Selain itu, sebuah warung juga menjadi sasaran truk.

Diketahui, korban bernama Darmajid (26) warga Dusun Ngulaan RT 01/RW 06, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Simak Selengkapnya.

  1. Sebar Foto Editan Jokowi-Mega, Guru Madrasah di Probolinggo Diciduk Polisi
YY bersama sejumlah petugas Polres Probolinggo, Kamis (30/8/2018).

Probolinggo (wartabromo.com) – Seorang guru madrasah di Kabupaten Probolinggo, diciduk polisi. Sebab, ia menyebar kebencian di media sosial berupa foto editan (meme) Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan mantan Presiden Megawati.

Guru itu berinisial YY (30), warga Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan “iseng” yang telah dilakukan membuatnya berurusan dengan pihak kepolisian. Sebabnya, YY, diduga mengedit gambar Presiden Jokowi dan mantan Presiden Megawati, sedemikian rupa. Melalui akun Facebook, ia meng-upload gambar editannya di grup facebook ‘Suara Rakyat Probolinggo (SRP)’. Simak Selengkapnya.

  1. Walikota Dilaporkan ke KPK Terkait Pengadaan Lahan Kantor Camat Panggungrejo
Tanda terima laporan Kompak ke KPK. Kompak Pasuruan, laporkan Walikota Setiyono ke KPK sekaligus Kejagung terkait proses pengadaan lahan kantor camat Panggungrejo tahun 2017.

Pasuruan (wartabromo.com) – Konsorsium Masyarakat Anti Korupsi (Kompak) Pasuruan melaporkan Walikota Pasuruan, Setiyono ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekaligus Kejaksaan Agung (Kejagung). Walikota disoal dan disangkut pautkan dengan pembangunan Kantor Camat Panggungrejo.

Laporan ke komisi anti rasuah itu, tertuang dalam tanda terima surat/dokumen, diterima seorang petugas bernama Iin, tercatat pukul 11.00 WIB, pada 28 Agustus 2018. Dokumen gabungan organisasi ini diserahkan ke KPK, bernomor 022K/Kompak/VIII/2018. Simak Selengkapnya.

  1. Tak ada Kado Ultah, Persekabpas Kalah di Laga Final Liga 3 Jatim
Sang Kapten Faruq dan Pa’at terlihat kecewa, setelah gagal menjebol gawang Persiga Trenggalek di babak final Liga 3 Jawa Timur 2018. Persekabpas kalah telak 4 – 0 di partai puncak. Foto : Akhmad Romadoni

Bangil (wartabromo.com) – Persekabpas kalah telak atas Persiga Trenggalek di babak final Liga 3 Jawa Timur 2018. Bermain di Stadion R. Soedarsono, Pogar, Bangil The Lassak gagal mempersembahkan trofi juara.

Persekabpas harus mengakui Persiga Trenggalek yang bermain lebih superior pada babak final. Tak tanggung-tanggung Persekabpas kalah dengan skor telak 4-0. Karuan saja, kemenangan yang digadang-gadang jadi kado ulangtahun, hilang. Simak Selengkapnya.