Asap Bakar-bakar Sampah di Pasrepan Dikeluhkan

850
Screenshot postingan Kang A'an Buronalas di grup FB WartaBromo.

Pasrepan (wartabromo.com) – Asap yang keluar dari pembakaran sampah di Desa Pohgedang, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan dikeluhkan warga. Pasalnya, pembakaran dianggap serampangan dan tidak mengindahkan kesehatan warga sekitar.

Keluhan itu, salah satunya terungkap dalam sebuah postingan di dinding grup Facebook WartaBromo pada 4 September 2018 kemarin, oleh akun bernama Kang A’an Buronalas. Ada 6 foto diupload dengan rangkaian kalimat yang menggambarkan keluhan, dari akun ini.

monggo kesadarannya….
mending keluarga saya anda kasih sianida ,daripada harus anda kirimi demam berdarah dan lalat pemusnah gizi…..,” tulis Kang A’an Buronalas mengawali keluhannya.

Ia kemudian mengajak pengguna medsos dan boloWarmo, untuk dapat merasakan hal yang sama, terkena asap pembakaran sampah, seperti yang dialami oleh dirinya dan keluarganya.

Bahkan, kalimat bersifat sarkas juga ditulis, dengan menyebutkan, lebih baik mendapat suntik mati daripada terpapar asap, yang mengganggu kesehatan keluarganya.

bunuh saja keluarga saya dgn cara 61 ,daripada menerima suntik mati dr nyamuk ,lalat & asap sampah anda.
tolong penuhi hak anak2 sy untuk hidup di ibu pertiwi ini.,” lanjutnya dalam caption postingan.

Postingan inipun cukup mendapat respon. Sejumlah akun kemudian membalas beragam komentar, rata-rata bernada mengecam aktivitas pembakaran sampah, meski beberapa diantaranya mencoba memberikan pendapat bijak.

Perlu ada sosialisasi cara penanganan sampah dgn baik.” akun Widi dalam responnya.

Ada juga yang mengungkapkan kalimat satir, dengan mengungkit-ungkit nasib sebagai jelata.

Mungkin Yo wes ngene Iki nasipe wong cilik cuman jadi korban para oknum pejabat yg cuma pengen cari kenyang perutnya sendiri tanpa memikirkan rakyat kecil ,tolong pak dewan anda d pilih oleh rakyat untuk mewakili aspirasi rakyat kalau rakyat jadi korban begini jangan cuma diam dan pura pura tidak tau,” akun Yusuf Efendi dalam komentar.

Sampai saat ini belum ada penjelasan langsung dari pemilik akun FB Kang A’an Buronalas, terkait kepastian lokasi, intensitas pembakaran hingga dampak yang dirasakan warga sekitar pembakaran sampah. (ono/ono)