Kota Probolinggo Juga Raih WTP

560
Walikota Probolinggo saat menerima piagam penghargaan atas WTP dari Soekarwo, Gubernur Jawa Timur.

Probolinggo (wartabromo.com) – Kota Probolinggo mengikuti jejak tetangga, Kabupaten Probolinggo, meraih opini Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan tahun 2017. Penghargaan ini, merupakan kado terindah Walikota Probolinggo Rukmini menjelang lengser pada Januari 2019 mendatang.

Penghargaan itu diterima Walikota Probolinggo Rukmini dari tangan Gubernur Jawa Timur Soekarwo bersama dengan 35 kepala daerah lainnya. Piagam penghargaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani, diserahkan oleh Gubernur di ruang rapat Graha Wicaksana Praja, lantai 8 Kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat (28/9/2018). Dari 38 daerah di Jawa Timur, ada 2 daerah yakni Kabupaten Sampang dan Kabupaten Lumajang yang belum mendapatkan opini WTP.

Rukmini mengatakan prestasi ini membuatnya bersyukur dan bangga. Karena pendampingnya yaitu seluruh kepala OPD dan staf menunjukkan komitmen, integritas dan patuh terhadap aturan. Sebab, opini WTP diberikan atas pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Probolinggo. Sehingga menambah kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bahwa pengelolaan keuangannya ternyata baik dan patuh terhadap aturan yang ada

.
“Alhamdulillah, Semoga kepala OPD (organisasi perangkat daerah) terus melanjutkan prestasi ini. Dengan pengelolaan yang tertib semacam ini, tentunya lebih tenang dan tidak ada beban dalam mengelola uang negara atau uang rakyat. Semoga hidup kita menjadi barokah, untuk anak cucu. Amin Ya Rabbal Alamin,” kata Rukmini.

Sementara itu, Kepala BPPKAD Kota Probolinggo Imanto menjelaskan bahwa penghargaan WTP sebentar sudah diumumkan oleh BPK RI Perwakilan Jawa Timur pada Mei 2018. Namun Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan apresiasinya kepada pemerintah daerah khususnya di Jawa Timur pada akhir September 2018. Pihaknya pun telah berupaya menciptakan tata kelola keuangan yang baik dan hasil yang didapatkan sesuai target Pemkot Probolinggo.

“Ke depan, kami tidak boleh lengah. Karena ada pengalaman daerah lain menurun itu menjadi referensi. Kami harus tetap eksis mempertahankan opini WTP. Mendapatkan WTP ini seolah-olah mudah, tapi itu perlu perjuangan. Contohnya seperti aset, tidak serta merta dikondisikan seperti tahun kemarin. Pasti ada saja perkembangan pemeriksaannya,” ujar Imanto. (saw/saw)