Pakai Sarung dan Peci ke Nurul Jadid, “Sandi NU Banget”

5524

Probolinggo (wartabromo.com) – Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno meninjau pondok putri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (6/10/2018). Ia mengenakan sarung hijau khas Pesantren Sidogiri Pasuruan yang sebelumnya dikunjungi.

Didampingi sejumlah kiai muda, Sandi berkeliling pondok Nurul Jadid. Ia mengunjungi asrama putri bersama pengasuh Ponpes Nurul Jadid KH. Fais Abdul Haq Zaini dan KH. Hefni Rozak. Serta Gus Masrur dari Ponpes Nurul Qodim dan KH. Hasan Sadzili dari Ponpes Zainul Anwar. Ikut juga mantan Ketua DPR RI Marzuki Ali, dan sejumlah pengurus DPW dan DPC Gerindra.

Sandi berpakaian khas santri, sarung hijau, kemeja putih dan berkopiah. Karenanya, para santri berteriak, “Sandi NU banget”. Sandi berkali-kali foto bersama santri, sambil keliling melihat-lihat kondisi bangunan pondok. Kepada santri putri itu, Sandi mengajak mereka untuk berpikir positif dan smart.

“Mari bekerja keras dan tuntas dalam menghadapi persoalan bangsa, khususnya persoalan ekonomi. Dengan bekerja keras dan tuntas, Insya Allah Indonesia adil dan makmur,” kata Sandi diiringi gema takbir dari santriwati.

Ditanya kenapa kerap mengunjungi pesantren, Sandi hanya mengaku berniat silaturahmi. Silaturahmi memperpanjang umur dan menambah rezeki. “Saya hanya silaturahmi. Soal pilpres, kami hanya ikhtiar dan tawakkal. Siapa yang menang dan terpilih menjadi presiden, semuanya sudah ditentukan oleh Allah,” tambah mantan Wagub DKI ini.

Sementara kepada sejumlah kiai muda itu, Sandi menyinggung persoalan melemahnya rupiah. Menurutnya, pemerintah harus menghentikan impor dan menggenjot sektor yang berbasis ekspor, supaya rupiah kembali menguat.

“Untuk pertemuan IMF di Bali, sebaiknya Pemerintah, perlu berhemat dengam tidak melakukan seremonila yang berlebihan. Apalagi saat ini rakyat masih berduka atas bencana di Palu dan Donggala.Acaranya tidak perlu dibatalkan. Tapi acara dan jamuannya bisa dibuat sederhana. Itu lebih baik,” ungkapnya.

Anwar Sadad, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, menuturkan sarung yang dipakai Sandi didapat saat berkunjung ke Ponpes Sidogiri Pasuruan pada pagi harinya. “Dibeli tadi di Sidogiri. Itu menandakan dia betul-betul peduli dengan ekonomi pasantren,” tuturnya.

Seusai salat ashar di masjid Ponpes Nurul Jadid, Sandi dan rombongan menuju safari blusukan pesantren. Ia rencananya ke Situbondo, Bondowoso dan Jember untuk menemui sejumlah ulama. (cho/saw)