Proyek RTLH Di Kota Probolinggo Amburadul

1553

Probolinggo (wartabromo.com) – Proyek pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), di Kota Probolinggo, amburadul. Proyek bagi keluarga miskin itu, ditinggal oleh pemborong meski pekerjaannya baru sekitar 75 persen saja.

Amburadulnya pekerjaan RTLH itu ada di beberapa wilayah. Seperti di Kelurahan Ketapang dan Pilang di Kecamatan Kademangan. Salah satunya rumah milik Seneri (70), warga RT 5 /RW 1 Kelurahan Ketapang. Di rumah Seneri, pembangunan hanya sekitar 75 persen saja. Meliputi tembok luar, serta sebagian atap rumah. Sementara bagian atap yang lainnya, tidak dikerjakan.

“Kalau hujan yang susah, saya sampai tidak tidur semalaman. Karena air masuk ke rumah sebelah tempat saya dan keluarga tidur,” kata Seneri, ditemui di kediamannya, Rabu (14/11/2018).

Baca Juga :   Hindari Tabrakan, Pemotor Asal Situbondo Masuk Kolong Truk

Padahal menurut Seneri, saat akan direhab, rumahnya dijanjikan berdinding tembok, lengkap dengan kamar mandi, kamar tidur, dan dapur. Tapi kenyataannya, tembok hanya sebagian dan separuh atapnya tidak ada. Proyek senilai sekitar 15 juta rupiah itupun, akhirnya hanya dipakai sebagian.

Padahal, jika rehab itu sudah jadi, Seneri berencana akan menggunakannya untuk mengajar ngaji anak – anak kampungnya.

“Tapi setelah direhab kok malah seperti ini, lebih baik tidak usah saja. Karena untuk menyelesaikam ini saya ya tidak punya uang,” ungkap pria renta ini.

Kondisi tak jauh berbeda juga dialami oleh pasutri Rumyati dan Sunardi. Dimana tembok samping rumah tersebut, justru dipasang sendiri. Menggunakan batako hasil pembelian sendiri. Begitu pula sebagian atap belakang. Parahnya lagi, daun pintu dan jendela RTLH itu, tidak ada.

Baca Juga :   Ini Penyebab Wisatawan Tewas Di Gili Ketapang

Bahkan Rumyati harus merogoh kocek hingga Rp. 3 juta, untuk menyelesaikan pembangunan yang belum selesai itu. Itupun, daun pintu dan jendela masih belum ada.

“Akhirnya ya terpaksa kami pasang penutup triplek kayu. Agar orang tidak masuk sembarangan, sebagai pengganti daun pintu,” terang Rumyati.

Sementara itu, upaya untuk mengkonfirmasi amburadulnya pembangunan RTLH, kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Permukiman, Agus Hartadi, tidak membuahkan hasil. Awak media yang mendatangi kantornya, di jalan Hayam Wuruk tak dapat bertemu dengan yang bersangkutan.

“Bapak masih ada rapat di luar kantor,” ujar salah satu staf yang tak menyebut namanya. (lai/saw)