Turis Rusia Terlantar di Probolinggo

5191

Probolinggo (wartabromo.com) – Boris Osmanov (45), turis asal Rusia, terlantar setelah turun dari mobil travel yang ditumpanginya. Kini ia dirawat di rumah sakit dengan pengawasan ketat dari kepolisian.

Informasi yang diterima wartabromo.com, Boris pada Selasa malam (13/11/2018) turun dari mobil travel yang ditumpanginya tengah melaju di jalur Bromo. Sekitar pukul 23.00 WIB, ia pun masuk perkampungan, bahkan mendirikan tenda di pemakaman umum Desa Sepuh Gembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

Adanya orang asing itu, kemudian dilaporkan ke polisi. Sehingga keesokan harinya, Boris dibawa ke Mapolsek Wonomerto.

Sang turis lantas minta diantar ke sebuah apotek di Jalan raya Gatot Subroto, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo untuk membeli obat.

Ternyata kondisi Boris malah tambah parah, sebab ia tak mampu membeli obat karena tak punya uang. Demi kemanusian, oleh pengelola apotek, Boris diberi obat diare secara gratis. “Dia mau beli obat diare tapi karena tidak punya uang, jadi saya berikan begitu saja. Dia bilang mau melanjutkan perjalanan, tapi tidur di depan apotek. Jadinya saya suruh tidur di tempat samping apotek,” kata Bice (48), pengelola apotek.

Tak ingin terjadi sesuatu, Beci kemudian menghubungi pihak kepolisian. Polisi kemudian datang menjemput Boris dan membawanya ke RSUD dr Moh Saleh.

“Demi kemanusian, kami mengevakuasi menggunakan ambulan untuk dicek kesehatannya,” mata Wakapolresta Probolinggo, Kompol Pauji saat di rumah sakit.

Boris kepada sejumlah awak media menuturkan, mengalami sakit perut. Sehingga turun dari mobil travel yang membawanya. Ia sendiri datang ke Indonesia setelah berlibur di Hongkong, Cina dan Singapura. Boris sendiri hendak melanjutkan perjalanan untuk ke pantai, namun kehabisan bekal. Karena itulah ia kemudian minum air sembarangan.
“Saya sakit perut saat dari turun dari Bromo. Saat itu bekal air minum saya habis. Sehingga ada keran air, saya langsung meminumnya. Tapi tiba-tiba perut saya sakit dan diare,” terang Boris dengan Bahasa Inggris dengan akses khas Eropa Timur.

Hingga berita ini ditulis, Boris masih mendapat perawatan medis. Polisi pun masih berjaga-jaga di ruangan Boris dirawat. Petugas juga telah berusaha mengontak Kedutaan Besar Rusia. (fng/saw)