Diduga Nenggak Miras Oplosan, 3 Pemain Jaran Kepang di Tosari Tewas

1481
Ilustrasi konsumsi minuman keras.

Tosari (wartabromo.com) – 3 pemain jaran kepang asal Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, tewas usai konsumsi minuman keras (miras) oplosan. Selain itu, 4 warga lainnya dilaporkan kritis diperkirakan keracunan, hingga polisi masih melakukan penyelidikan.

Dari sejumlah informasi, korban tewas diketahui bernama Rudi (23) dan Agung (23) dan Yuyun (22). Ketiganya, saling menyusul hembuskan nafas terakhir, tak dapat lagi diselamatkan.

“Ada yang meninggal di rumah, Puskesmas dan rumah sakit Purut (R Soedarsono Kota Pasuruan),” ucap Johannes warga Tosari, Kamis (29/11/2018).

Tidak diketahui secara pasti, awal peristiwa terjadi. Pasalnya, kondisi mereka baru dikatakan mengalami keracunan, setelah beberapa hari mengkonsumsi minuman memabukkan itu. Miras yang ditemukan kala itu, dijelaskan berupa arak dicampur dengan cairan penambah stamina.

Saat korban mengkonsumsi miras oplosan, tak ada tanda-tanda seperti keracunan. Tapi, satu diantaranya justru tiba-tiba tak bergerak, meninggal dunia ketika hendak dibangunkan dari tidur, saat pagi hari.

Beberapa sumber menyebutkan, korban menenggak miras oplosan sudah sejak hari Minggu, bahkan pada hari Rabu kemarin.

Belakangan terungkap, 4 warga lain juga dalam kondisi kritis, disinyalir keracunan akibat miras oplosan.

“Mereka masih di Puskesmas Tosari,” imbuh Jo, panggilan akrabnya.

Sampai saat ini, belum ada penjelasan medis yang disampaikan untuk mengetahui secara pasti, apa penyebab kematian ketiga seniman jaran kepang Tosari ini.

Sementara, polisi masih melakukan penyelidikan dengan telah mengumpulkan berbagai keterangan dari warga hingga catatan medis korban.

Hanya saja, polisi masih kesulitan mengungkapkan serangkaian peristiwa maut ini, lantaran minimnya barang bukti maupun penunjuk lain yang mengarah pada kemungkinan miras oplosan, jadi satu-satunya sebabnya.

“Minumnya, juga masih belum jelas. Kami belum bisa menyimpulkan,” kata AKP Tohari, Kapolsek Tosari.

Informasi semakin tertutup, karena pihak keluarga korban pun tidak mengetahuinya. Namun demikian, polisi memastikan tetap melakukan penyelidikan dan meyakinkan menuntaskan kasus tewasnya seniman asal Tosari ini. (ono/ono)