Angka Kemiskinan di Kabupaten Probolinggo Turun 1%

727
Bupati Probolinggo, P Tantriana Sari berada kantor BPS Probolinggo.

Probolinggo (wartabromo.com) – Angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo diklaim turun sebanyak 1%. Berbagai program pembangunan yang digelontorkan, terutama berbasis padat karya, diperkirakan jadi dasar penurunan.

Didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati Tantri datang ke kantor BPS Kabupaten Probolinggo di Jalan KH Hasan Genggong, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Jumat (7/12/2018.

Bupati cantik itu mengecek sekaligus meminta kejelasan atas informasi turunnya angka kemiskinan sebesar 1%. Meski hanya 1%, sepertinya penurunan angka kemiskinan itu sangat berharga. Sebab angka kemiskinan Probolinggo, terbilang tinggi di Jawa Timur.

“Kami mendapat informasi dari BPS kalau angka kemiskinan turun, sehingga kami konfirmasi dan ternyata benar. Ini menggembirakan bagi kami,” ujarnya.

Jika merujuk data tahun 2017, angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo berada di angka 20,52 %. Sementara pada 2016, angka kemiskinan mencapai 20,98%. “Tentunya, penurunan itu sesuai target kami, pada 2019 angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo harus dibawah 20 persen,” ucap Tantri.

Sayangnya, saat ditanya angka pasti dan indikator pencapaian, Tantri enggan menjawab secara gamblang. Istri Hasan Aminuddin ini, malah menyarankan agar bertanya kepada BPS. Ia menilai, mengenai dasar dan indikator, BPS lebih memiliki kewenangan. “Bisa ditanyakan ke BPS detilnya, lagi pula ini kan belum dirilis dari pusat,” kata Tantri.

Di lain pihak, Kepala BPS Djudjuk Widhilaksana membenarkan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo turun sebesar 1%. Namun demikian, ia masih menunggu data resmi dari BPS pusat sebelum dirilis ke media. “Yang pasti turun, namun detil angkanya menunggu data dari pusat karena belum ada rilis. Nanti kita informasikan lebih lanjut,” janjinya.

Djujuk menambahkan, turunnya angka kemiskinan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah maksimalnya program padat karya sehingga kesejahteraan warga meningkat. “Padat karya mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya yang ada di desa,” terangnya. (cho/saw)