Bahan Pangan Menipis, Korban Banjir Tiris Andalkan Dapur Umum

815

Probolinggo (wartabromo.com) – Stok bahan pangan para korban bencana banjir dan tanah longsor di Desa Andung Biru, Kecamatan Tiris, menipis. Mereka kini mengandalkan bantuan relawan dan dapur umum yang disedikan pemerintah.

Endang RT 11 – RW 4 Dusun Kedaton, menuturkan sejak dapur rumahnya terbawa air banjir bandang, dirinya hanya mengandalkan bantuan makanan dari saudaranya. Sebab bahan pangan miliknya, seperti beras dan jagung, ludes. “Setelah banjir, untuk mencukupi kebutuhan makan, sebagian masih dibantu oleh tetangga,“ kata Endang.

Tak hanya dirinya, rata-rata semua tetangganya yang terdampak juga mengalami hal yang sama. Selain bahan pangan, uang simpanan warga juga banyak yang hilang. Sehingga menyulitkan warga untuk membeli kebutuhan pokok. “Ada juga sejumlah simpatisan dari daerah lain yang datang dan membantu. Itupun tidak banyak. Untuk saat ini ada dapur umum, itu sangat membantu sekali,” tutur ibu 3 anak ini.

Baca Juga :   Polisi Bantah Hujan Uang di Wilayah Probolinggo

Ya, pasca Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari meninjau lokasi dan berbincang dengan korban bencana alam, dapur umum didirikan oleh Dinas Sosial setempat, di lokasi terdampak. Logistik dapur umum yang sebelumnya di kantor Kecamatan Tiris, dibawa naik. Agar tidak jauh dengan korban terdampak banjir dan longsor.

“Sesuai perkiraan, mobil dapur umum tidak bisa naik. Karena lokasi di kantor kecamatan jauh dengan lokasi banjir, jadi logistiknya saja kami angkut ke atas dan buat dapur umum di rumah warga,” ujar Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Retno Ngastiti Djuwitani.

Retno menuturkan, sesuai rencana, dapur umum telah tiba Rabu (12/12) di Kecamatan Tiris. Namun, karena kondisi akses jalan yang sulit dan bisa berbahaya, akhirnya diputuskan mobil dapur umum hanya sampai di kantor kecamatan saja. Kemudian pihaknya bersama BPBD, Tagana, dan lainnya langsung mengangkut semua logistik dapur umum ke atas. Semua itu ditempatkan di rumah warga yang dijadikan dapur umum.

Baca Juga :   10.000 Orang Gelar Dzikir Akbar di Pasuruan

“Sudah aktif dapur umumnya, Mas. Sesuai petunjuk Ibu Bupati, dapur umum untuk menyiapkan makanan sehari-hari bagi warga terdampak banjir. Pelayanan dapur umum tetap berjalan dan bisa dirasakan langsung korban terdampak banjir longsor,” terangnya. (cho/saw)