Turun 1,81%, Tantri Ingin Entas 5 Ribu Warga Miskin Per Tahun

1386

Bupati juga mewanti-wanti para kepala desa agar menginformasikan kebenaran. Ia mengungkapkan, ada kepala desa yang melaporkan warganya miskin, padahal sebenarnya tidak miskin.

“Laporan itu tujuannya agar warga dimaksud terus memperoleh bantuan Pemkab Probolinggo, Pemprov Jatim, atau Pemerintah Pusat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Djudjuk Widhilaksana mengatakan, kasus kemiskinan sendiri, paling banyak berada di daerah dataran tinggi. Turunnya angka kemiskinan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah maksimalnya program padat karya sehingga kesejahteraan warga meningkat.

Djudjuk, berharap bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada warga harus tepat sasaran. Sehingga, untuk meminimal kepala rumah tangga yang dicabut bantuannya, bisa memiliki pekerjaan sendiri.

Baca Juga :   Bermodal Mulai 10 Ribu, Caleg di Pasuruan Cari Suara

“Soal mindset sendiri, sangat berpengaruh juga dengan angka kemiskinan. Jika mindset masyarakat Kabupaten Probolinggo masih tidak malu mengaku miskin, ya sulit untuk menekan angka kemiskinan,” terangnya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik, Tutug Edi Utomo, mengatakan selain program nyata yang disusun oleh Pemkab, berita-berita positif yang disebar oleh media juga ikut menggugah warga. Semisal pemberdayaan UKM, perbaikan infrastruktur dan sebagainya.

“Syukur Alhamdulillah, berkat dukungan Warta Bromo prosentase penduduk miskin turun dari 20,52 di tahun 2017 menjadi 18,71 di tahun 2018, artinya turun 1,82 persen,” katanya. (cho/saw)