Siang ini, BNPB sebut Ada 429 Tewas Akibat Tsunami Selat Sunda

602
Upaya evakuasi korban tsunami di salah satu pantai di Pandeglang, Provinsi Banten. (Foto: BNPB)

Jakarta (wartabromo.com) – BNPB melaporkan 429 tewas hingga 77 hilang jadi korban tsunami Selat Sunda. Tim SAR Gabungan dikatakan terus bekerja mencari dan menyalurkan bantuan kepada korban.

Jumlah data korban tersebut diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, disampaikan secara resmi kepada sejumlah pewarta, Selasa (25/12/2018).

Diungkapkan sampai saat ini tim SAR gabungan masih mencoba melakukan upaya evakuasi korban tewas, tetap bertahan mencari korban hilang akibat tsunami.

Data yang dicatat pada pukul 13.00 WIB itu, terungkap sebanyak 429 korban tewas, 1.485 mengalami luka-luka dan masih dalam perawatan medis, sedangkan 77 warga hilang.

Menurutnya, jumlah korban dimungkinkan terus berubah dan bertambah, karena luasnya dampak tsunami yang terjadi di lima Kabupaten itu.

Sekedar diketahui, tsunami di Selat Sunda menerjang pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, Provinsi Banten; serta Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran dan Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.

Kerusakan fisik, terutama rumah tercatat ada 882 rumah, ratusan kendaraan roda empat dan roda dua hingga perahu atau kapal milik nelayan.

Sementara lebih dari 14.400 orang mengungsi, mengamankan diri, diantaranya karena rumah yang dimiliki mengalami kerusakan cukup parah.

“Data sewaktu-waktu berubah,” ujar Sutopo.

Saat warta ini disusun, Sutopo masih memberikan keterangan, terlihat pada akun YouTube @BNPB_Indonesia.

Dalam satu kesempatan Sutopo menjelaskan, tsunami datang tiba-tiba menyebabkan masyarakat tidak memiliki waktu untuk evakuasi.

Ia kemudian menunjukkan kerusakan paling parah akibat terjangan tsunami di daerah Sumur, Kabupaten Pandeglang. Banyak bangunan di tempat ini, rata dengan tanah.

BNPB memastikan, Petugas dan kendaraan evakuasi sudah bisa menembus daerah Sumur. Sebelumnya beberapa jalan dan jembatan rusak. Sehingga saat ini alat berat dikerahkan sudah bisa membantu evakuasi korban.

“Tim gabungan dari TNI (Yon Mandala Yudha Kostrad), Polri, Basarnas, BPBD, Pemda, Tagana, dan relawan terus melakukan penanganan darurat di di Kec. Sumur Pandeglang. Belum semua desa dapat dijangkau dan tertangani baik karena akses jalan rusak. Bantuan terus didatangkan,” terangnya.

Khusus terkait korban di Sumur, KRI Torani 680 lintas laut sudah mengirimkan bantuan personil dan logistik.

Sedangkan penanganan pasca tsunami di wilayah Provinsi Lampung, sempat disebut ada 35 orang warga Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku Kabupaten Lampung Selatan mengungsi dengan KM Karya Muda tiba di Canti Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa pada pukul 09.30 WIB pagi tadi.

Tsunami menghantam pantai sekitar Selat Sunda Provinsi Banten, bahkan Provinsi Lampung, Sabtu (22/12/2018) malam. Warga sekitar pantai, wisatawan hingga artis Ibukota tewas dalam kejadian ini.

Tak hanya itu, seorang warga Beji, Kabupaten Pasuruan, bernama  Ninil Ukhita Anggra Wardhani, turut jadi korban tsunami di Selat Sunda.

Ninil dimakaman di pemakaman umum Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan sekira pukul 19.40 WIB. (ono/ono)