Tak Hanya Percantik Kota, Lampu Hias di Jembatan Ternyata Fungsinya Untuk Ini

1622
Semakin cantik, jembatan Purut yang sudah terpasang lampu hias.

Pasuruan (wartabromo.com) – Lampu hias di tujuh jembatan di Kota Pasuruan kini mulai difungsikan. Selain mempercantik tatanan kota, tujuan pemasangan ini juga untuk meminimalisir pembuangan sampah di sungai.

Hal ini disampaikan Rudiyanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kota Pasuruan.

“Selain untuk mempercantik jembatan-jembatan di kota, ini sebagai ikhtiar untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang di sungai, kan kalau sudah cantik, masa’ iya mau dikotori,” ungkapnya.

Namun kenyataannya, masih saja ditemukan sampah-sampah baru yang dibuang ke sungai lewat jembatan.

“Kita dapati, masih saja ada sampah baru yang dibuang, bahkan lewat celah-celah jembatan,” sesalnya.

Volume Sampah di Kota Pasuruan dari tahun ke tahun memang mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang dihimpun TPA Blandongan, 2014 volume sampah mencapai 14 ton, 2015 mencapai 16 ton, 2016 sebanyak 19 ton, malah 2017 merangkak naik menjadi 22 ton. Sumbangan terbesar, salah satunya dari sampah-sampah yang berasal dari sungai.

Diketahui anggaran pemerintah untuk mengubah estetika wajah kota ini menelan anggaran hingga Rp1,2 miliar. Anggaran ini digunakan untuk memaksimalkan pemasangan pagar dan juga lampu hias.

Tujuh jembatan yang sudah tampak apik ini terdapat di Jembatan Purutrejo, Jembatan Soekarno Hatta, Jembatan Jagalan, Jembatan Slagah, Jembatan Karangketug, Jembatan, Margo Utomo dan Jembatan Pelabuhan.

“Kesadaran masyarakat juga diperlukan untuk keindahan tata kota, sudah dipercantik tapi masyarakat belum juga sadar kan ya percuma,” pungkasnya. (ptr/ono)