Dewan Sorot Keselamatan Wisatawan di Probolinggo

0
726
Air terjun Jaran Goyang Desa Guyangan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.

Probolinggo (wartabromo.com) – Bocah SD tewas di air terjun Jaran Goyang Desa Guyangan, Probolinggo, beberapa waktu lalu, mendapat sorotan. Komisi D DPRD Kabupaten Probolinggo pertanyakan aspek keselamatan hingga meminta destinasi ini ditutup bila tak mampu mengelola.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Probolinggo, Ahmad Supaedi menggatakan peristiwa yang dialami Muhamad Arifin Sudrajat (12), warga Dusun Tajungan RT3 RW1 Desa/Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, menjadi keprihatinan.

Menurutnya, insiden maut itu harus menjadi evaluasi bagi pengelola wisata air terjun Jaran Goyang Desa Guyangan. Sebab, peristiwa serupa juga pernah terjadi. Sehingga, dalam catatannya, dalam 2 tahun terakhir, ada 2 pengunjung yang tewas saat berwisata, termasuk korban Arifin.

“Faktor keamanan harus menjadi perhatian penuh pengelola wisata, apalagi tempat itu baru diperkenalkan sebagai destinasi wisata. Masak sampai 30 menit baru ditemukan ada pengunjung yang jatuh. Kalau memang pihak pengelola tidak mampu membenahi itu semua dan membuat potensi wisata Jaran Goyang jadi destinasi wisata yang layak maka tutup saja. Karena masih banyak air terjun yang berpotensi dan masih alami,” katanya, Rabu (2/1/2019).

Edi, sapaan akrabnya, menuturkan berdasarkan Undang-undang nomor10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, aspek keselamatan, kenyamanan, dan keramahan kepariwisataan wajib dipenuhi. Jika hal itu, dijamin oleh pengelola, maka wisatawan akan berbondong-bondong untuk mengunjunginya.

Selain air terjun Jaran Goyang, Edi meminta para pengelola wisata yang ada di Kabupaten Probolinggo juga perlu memperhatikan aspek keselamatan pengunjung. Sekedar mengingatkan, dalam beberapa tahun terakhir, beberapa kasus wisatawan meninggal di Kabupaten Probolinggo, terus terjadi. Seperti di air terjun Madakaripura, Kecamatan Lumbang dan snorkeling Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih.

“Tak hanya di sana, saya juga berharap seluruh pengelola wisata memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan dan keramahan. Dengan begitu, kunjungam akan semakin meningkat. Juga akan berimbas pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) serta kesejahteraan masyarakat sekitar,” ungkap pria asal Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil ini. (cho/saw)