Jungkir Meja Rapat Warnai Aksi AKRAB di PLN Pasuruan

0
768

Pasuruan (wartabromo.com) – Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kota/Kabupaten Pasuruan gelar aksi protes pemadaman dan pemutusan jaringan listrik oleh PLN. Gebrak meja bahkan menjungkir meja, warnai aksi di kantor PLN Pasuruan, Rabu (9/1/2019) siang tadi.

Suasana sebelumnya adem, ketika pihak PLN, mempersilahkan perwakilan peserta aksi masuk untuk dapat berdialog, sampaikan aspirasi dengan pimpinan PLN yang berkantor di Jl Panglima Sudirman, Kota Pasuruan itu.

Hanya saja, kondisi sedikit menghangat, setelah mengetahui, Agus Setiono, Manager Area PT PLN (persero) Pasuruan tidak menemui mereka. Teriakan pun menggema di salah satu ruang pertemuan PLN itu.

Suasana kian memanas, tiba-tiba seorang peserta aksi menjungkirkan meja rapat, yang ada di depannya. Sementara beberapa lainnya mencoba menenangkan sejumlah anggota LSM itu.

Mereka pun memutuskan keluar dan tidak melanjutkan dialog yang diagendakan saat itu. Akan tetapi, suasana panas masih terlihat, tatkala seorang di antaranya, tiba-tiba menggebrak meja dan berteriak ke arah pegawai PLN, meski kemudian, berhasil diajak keluar, menghindari hal-hal yang tak terduga.

“Percuma, percuma, percuma!” teriak seorang peserta aksi menunjukkan kekecewaan gara-gara tak ditemui pimpinan PLN.

Salah satu peserta aksi memanjat pagar kantor PLN di Jl Panglima Sudirman, Kota Pasuruan. Ia meneriakkan kekecewaan setelah Agus Setiono, Manager Area PLN Pasuruan tak menemuinya.

Koordinator Aliansi Komponen Masyarakat Pasuruan (AKRAB), Ayik Suhaya menegaskan, kekecewaan terhadap PLN saat penyampaian aspirasi itu, dianggapnya wajar dan cukup beralasan. Pasalnya, sejak jauh sebelumnya, surat telah dilayangkan, salah satunya meminta bertemu langsung dengan pimpinan PLN, dalam hal ini Manager Area, Agus Setiono.

“Lha kalau kalau diwakilkan, tidak bisa memberikan kebijakan,” tandas Ayik, mengungkapkan alasan meninggalkan ruangan dialog bersama pihak PLN.

Aksi AKRAB kali ini, dilakukan setelah pihaknya menerima banyak masukan dan keluhan terkait seringnya PLN melakukan pemadaman. Dari catatan mereka, warga kerap tak mengetahui bila pada waktu tertentu listrik dipadamkan. Sehingga PLN dianggap sewenang-wenang, karena pemadaman dilakukan tanpa pemberitahuan kepada warga.

Belum lagi, persoalan pemutusan jaringan listrik di rumah-rumah milik warga. Warga seringkali merasa tertekan, lantaran PLN kerap tidak memiliki kebijakan, berperan bak diktator, yang langsung memutus listrik warga, bilamana ada tunggakan tagihan.

Sampai saat ini belum ada penjelasan disampaikan oleh pihak PLN, terutama Agus Setiono, Manager Area PT PLN (persero) Pasuruan, terkait sikap dan tuntutan AKRAB. (ono/ono)