Pemkot Abai, Kios Pangkas Rambut di Pasar Kebonagung Keropos dan Berbahaya

850
BOLONG - Salah satu atap bagian depan sebuah kios pangkas rambut, Pasar Kebonagung, terlihat bolong. Selain atap, tiang hingga sejumlah sisi bangunan lainnya keropos dan rusak. Meski demikian, sampai saat ini, pemerintah kota belum memberi perhatian untuk segera melakukan perbaikan.

Pasuruan (wartabromo.com) – Kios pangkas rambut di pasar Kebonagung, tak mendapat perhatian pemerintah, sehingga banyak yang keropos dan rusak. Kondisinya terbilang membahayakan, karena material bangunan, sewaktu-waktu bisa menimpa seseorang.

Memasuki deretan los kios pangkas rambut di sebelah utara Pasar Kebonagung, termasuk wilayah Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, sekilas tak berbeda dengan kios di pasar tradisional umumnya.

Namun, jika diamati lebih dekat, bangunan-bangunan kios pangkas rambut itu tampak memprihatinkan. Atap sejumlah kios terlihat bocor, tiang penyangganya juga keropos. Tak ayal ini bisa membahayakan siapa saja yang berada di sana.

“Kalau musim hujan jelas bocor, tiang penyangganya juga sudah keropos. Selain mengganggu kenyamanan pelanggan, kami juga selalu merasa was-was,” keluh Abdul Hadi (37), Wakil Ketua Paguyuban Pangkas Rambut Pasar Kebonagung.

Sambil menunjukkan pintu kayu yang sudah keropos, ia melanjutkan, kondisi bangunan kios kian parah sejak dua tahun terakhir. Bahkan pernah pintu kios di sebelahnya tiba-tiba ambruk, sampai melukai pemiliknya.

“Mengenai tubuh pemilik Salon Dinia. Untung bukan kena pelanggan yang sedang pangkas rambut saat itu,” imbuhnya.

Pria kelahiran Banyuwangi tersebut mengatakan, jika bangunan tempatnya mencari nafkah selama lebih dari 17 tahun itu sudah sepantasnya segera direnovasi. Bahkan, kawan sesama profesinya pernah bercerita, jika kios pangkas rambut sudah tidak pernah ada renovasi, selama lebih 25 tahun kawannya itu menjadi tukang pangkas rambut di sana.

Lantaran kondisi kios pangkas rambut itu sudah mengkhawatirkan, beberapa diantaranya sempat merehab sendiri kios mereka. Padahal, menurut Hadi, upaya merehab bangunan itu, terbilang menyalahi aturan. “Tapi bagaimana lagi, daripada berbahaya, ya terpaksa kita rehab sendiri,” imbuhnya.

Diceritakan, pada September 2018 pihaknya sudah pernah berdialog dengan Pemerintah Kota Pasuruan, diwakili dinas terkait. Seharusnya renovasi dilakukan  pada akhir 2018 lalu. Namun, rencana renovasi los berjumlah 50-an kios itu, sepertinya urung dilakukan.

“Kami sudah pernah coba menanyakan lagi, tapi seperti tidak ada kejelasan. Kami berharap segera direhab agar tidak lagi membahayakan,” pungkasnya. (ptr/ono)