1 dari 2 Korban Tewas Terbakar Teridentifikasi, Dipastikan Bukan Warga Jatigunting

0
1064

Wonorejo (wartabromo.com) – Satu dari dua korban tewas seperti terbakar, telah teridentifikasi. Dipastikan keduanya bukan berasal dari Jatigunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, lokasi temuan.

Kepala Desa Jatigunting, Yudie mengungkapkan, saat ini pihaknya telah mendapatkan informasi, bila salah satu korban tewas dengan luka bakar telah diketahui identitasnya. Korban itu, disebut-sebut berasal dari Kecamatan Rembang.

Yudie kemudian memastikan, bila kedua korban, bukan berasal dari Desa Jatigunting.

“Info saya dapat namanya Saroni, warga Pajaran, Rembang. Pastinya, mereka bukan warga saya,” terangnya.

Hanya saja, ia tak mengetahui identitas diri satu korban lainnya. Ia meyakini, polisi saat ini terus bekerja mencoba mengungkap identitas berikut sebab kematian korban.

Bersama perangkat desa lainnya, Yudie saat ini masih berada di Mapolres Pasuruan, bila saja polisi membutuhkan keterangan darinya. Hal ini dimungkinkan, karena lokasi temuan dua korban berada di desa, yang dipimpinnya.

Sekedar diketahui, kedua korban ditemukan di sisi rumah warga yang biasa dipanggil Gus Dhofir. Selama ini, Gus Dhofir dikenal sebagai “orang pintar” yang biasa menyembuhkan penyakit.

Tak ada penjelasan, apakah orang pintar tersebut, kini diamankan meski sekedar dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Pastinya, keberadaan dua orang, berada di Desa Jatigunting, hingga ditemukan tewas seperti kena amukan api itu, masih misterius.

Sementara, lokasi temuan sampai saat ini, terpantau masih dipadati warga. Polisi juga telah melakukan pemeriksaan di tempat kejadian dan saat ini di sekeliling rumah, termasuk tempat temuan kedua korban, sudah terpasang garis polisi.

Baca juga: Warga Jatigunting Geger, 2 Orang ini Ditemukan Tewas seperti Terbakar Api

Diwartakan, dua orang ditemukan tewas dengan kondisi tubuh terluka seperti terkena amukan api, Minggu (20/1/2019). Seorang korban telentang, lutut kaki kanan tertekuk, masih mengenakan sarung berwarna hijau daun dan tubuh tertutup kain batik berwarna biru. Seorang lainnya, tergeletak dengan lengan kanan berada di bawah, tertutup lembaran seperti kain warna biru, pakaian bermotif coklat, dengan bawahan kain coklat lebih muda. (ono/ono)