Rawan Banjir dan Longsor, Madakaripura Terapkan Sistem Buka-Tutup

640
Destinasi wisata Madakaripura. (Foto: Yons Yonce, staf Diskominfo Kabupaten Probolinggo)

Probolinggo (wartabromo.com) – Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo menerapkan sistem buka tutup di wisata air terjun Madakaripura. Pemberlakuan ini, untuk mengantisapasi jatuhnya korban jiwa, mengingat destinasi wisata tersebut rawan banjir dan tanah longsor.

Destinasi air terjun Madakaripura di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, memang mengundang sejuta pesona. Air terjun bertirai menjadi spot wisata menarik bagi ribuan pengunjung. Namun, di balik keindahannya itu, juga tak jarang terdapat ancaman, wisatawan tenggelam atau terkena longsoran saat asyik berwisata.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo pun menyiapkan skenario untuk mengantisipasi jatuhnya korban di air terjun Madakaripura. Yakni memberlakukan sistem buka tutup untuk pengunjung sejak awal musim penghujan. Mengingat lokasi air terjun tersebut rawan banjir bandang di musim penghujan. Serta rawan longsor, baik tanah maupun bebatuan.

Destinasi wisata Madakaripura. (Foto Idub Hartono, staf Diskominfo Kabupaten Probolinggo)

“Maka kami terapkan sistem buka tutup bagi kunjungan ke air terjun Madakaripura. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan atau bencana yang mengakibatkan korban jiwa,” kata Kasi Destinasi Wisata Disporaparbud setempat, Musa, Minggu (27/1/2019).

Sistem buka tutup itu, menurut berlaku situasional. Jika petugas melihat kondisi di atas Madakaripura mendung dan berpotensi hujan lebat, maka lokasi wisata akan ditutup. Sebab, kawasan tersebut rawan terjadi banjir bandang saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur. Apalagi sepanjang 3 kilometer perjalanan menuju air terjun diapit tebing tinggi nan curam.

“Jadi petugas akan menutup lokasi wisata jika cuaca mendung dan hujan, meski pada saat pagi dan siang hari. Sehingga wisatawan tidak bisa mendatangi lokasi air terjun tersebut ketika cuaca mendung dan hujan,” kata Musa.

Namun, jika kondisinya cerah, maka kunjungan dibuka untuk umum. “Sebab air terjun Madakaripura dikelilingi dengan tebing yang cukup curam dan tinggi. Selain banjir, kawasan wisata Madakaripura juga rawan bencana tanah longsor yang sangat berpotensi terjadi setiap saat di musim hujan,” terangnya. (cho/saw)