Dandim Probolinggo: Golput Bukan Pilihan Bijak

569
Dandim 0820 Probolinggo, Letkol (inf) Imam Wibowo ketika memberi sambutan dalam silaturahmi dengan insan pers wilayah Probolinggo.

Probolinggo (wartabromo.com) – Perhelatan akbar Pileg dan Pilpres 2019 sudah dalam hitungan hari. Dandim 0820 Probolinggo, Letkol (inf) Imam Wibowo mengajak warga untuk menggunakan hak pilihnya. Sebab, tidak mencoblos atau golput bukan merupakan pilihan bijak.

Dandim mengatakan dalam pesta demokrasi Bangsa Indonesia, punya hak untuk memilih pemimpinnya. Karena itu, ia meminta warga masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan baik. Semua paslon Capres-Cawapres menurutnya, punya keunggulan dengan latar belakang yang berbeda.

“Berpartisipasi dalam pesta demokrasi, merupakan salah satu sumbangsih warga bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pilihlah sesuai dengan keinginan diri sendiri, tanpa paksaan dari orang lain. Sebab golput bukanlah sebuah keputusan yang bijak,” kata Dandim, seusai ngopi bareng sejumlah jurnalis Probolinggo di Makodim, Kamis (31/1/2019).

Institusinya, dalam pesta demokrasi ini adalah dalam posisi netral. Tidak hanya netral, tapi TNI juga harus memiliki pengetahuan seperti apa netralitas. Oleh karena itu, TNI dibekali buku saku netralitas sebagai pedoman. Sebab, netralitas itu merupakan harga mati bagi TNI dalam menjaga keutuhan NKRI.

Jika ditemukan anggota TNI yang bersikap tidak netral, dirinya siap memberikan tindakan tegas sesuai koridor hukum. “TNI itu harus netral. Bila kita sudah berpihak, resikonya masyarakat tidak akan percaya sama kita. Kalau masyarakat sudah tidak percaya bagaimana kita bisa mengendalikan situasi. Ibu-ibu Persit pun, jangan bilang kepada suaminya, apa yang dicoblos,” tegas Imam.

Perwira yang belasan tahun bertugas di Papua itu, juga meminta para jurnalis tetap kritis dalam melihat persoalan di masyarakat. Termasuk ketika mendapati angota TNI yang tidak netral atau berpolitik praktis. Tetapi, menurutnya penyampaian harus sesuai fakta dan koridor jurnalisme yang berlaku.

“Laporkan kepada kami jika ada anggota yang tidak netral. Pasti akan kami tindak lanjuti. Rekan-rekan wartawan juga bisa berkontribusi dalam menjaga kondusifitas masyarakat dengan menyajikan berita yang berimbang dan tidak mengadu domba,” tandas Alumni Akmil 2001. (fng/saw)