Konservasi Keanekaragaman Hayati, Aqua Serahkan 30 Ribu Bibit

0
191

Prigen (WartaBromo) – Sebanyak 30 ribu bibit tanaman diserahkan PT Tirta Investama (Aqua) kepada para petani di sekitar hutan Arjuno-Welirang, Kamis (7/2/2019). Kegiatan itu merupakan kelanjutan dari rangkaian program konservasi keanekaragaman hayati yang digagas oleh pabrikan air kemasan itu.

Ketua Yayasan Satu Daun, Diono Yusuf selaku pendamping kegiatan mengatakan, serah terima bibit itu merupakan rangkaian dari kegiatan konservasi tahun 2018 lalu. “Sengaja baru diserahterimakan saat ini karena menyesuiakan dengan musim penghujan,” kata pegiat lingkungan asal Jatiarjo, Kecamatan Prigen.

Adalah Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) asal Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, yang menerima sebagian ribuan bibit itu. Sebagian lainnya, diberikan kepada perwakilan petani pesanggem asal Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen. Selanjutnya, bibit-bibit itu akan ditanam di Blok Sapen, lereng Gunung Arjuno.

Dion, sapaan akrab Diono Yusuf- mengatakan, ribuan bibit tanaman yang diberikan ke petani itu terdiri dari 41 jenis berbeda. Dari yang memiliki karakter sebagai tanaman konservatif air (seperti beringin, kluwek, dan lain sebagainya) hingga tanaman jenis agroforesti seperti sukun dan jenis tanaman buah lainnya.

Prosesi serah terima itu sendiri berlangsung cukup santai. Digelar di Taman Keanekaragaman Hayati Sapen, Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, acara itu dihadiri sejumlah pihak. Diantaranya, jajaran pengurus LMDH Ledug, perwakilan pesanggem Jatiarjo, Perhutani, dan juga perwakilan dari PT Tirta Investama, Pandaan.

Tampak diantaranya, Fafit Rahmat Aji, juga manajer CSR Aqua Pandaan, Mulyono Wibisono. Dalam sambutannya, Wibi mengapresi masyarakat Ledug dan Jatiarjo, utamanya LMDH setempat yang konsisten melakukan konservasi di kawasan hutan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Aqua, dalam hal ini PT Tirta Investama juga memiliki komitmen yang sama. Bukan hanya sekadar melakukan konservasi, tapi juga melakukan pemberdayaan kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan. Usaha itu pula yang saat ini dilakukan bersama LMDH Ledug.

“Konservasi yang kami lakukan, adalah konservasi berbasis pemberdayaan. Dan semoga ini bisa dicontoh perusahaan-perusahaan lain yang ada di kabupaten. Bahwa konservasi bukan hanya soal menanam lalu ditinggal. Tapi, ada juga factor-faktor lain yang juga harus diperhatikan,” terang Wibi.

Di tempat yang sama, Ketua LMDH Ledug, Kasiman menyambut baik langkah Aqua yang berkomitmen melanjutkan program konservasi Kehati (keanekaragaman hayati). Menurut Kasiman, kegiatan tersebut memang diperlukan dalam rangka mewujudkan kawasan hutan yang lestari.

“Terimakasih kepada Aqua Pandaan semoga program Kehati ini masih bisa didampingi sampai masyarakat bisa mandiri mengembangkan edukasi Kehati di Blok Sapen,” jelas Kasiman. (**/**)