Korban Keracunan Ikan Buntal Membaik

1413

Probolinggo (wartabromo.com) – Kondisi kesehatan Moh. Habibullah (13) dan Mahfud (43), korban keracunan ikan buntal, kini membaik. Meski begitu, keduanya masih menjalani rawat inap di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Kondisi 2 warga RT 22/RW 04 Dusun Gluguk, Desa Brumbungan Kidul, Kecamatan Maron ini, sudah membaik setelah menjalani observasi di IGD. Keduanya dirawat di ruang berbeda, Mahfud dirawat di ruang Melati E. Sementara Habibullah di ruang Dahlia C. Ruangan itu diperuntukkan bagi pasien rawat inap kelas 3.

Bahkan Mahfud sudah bisa diajak berkomunikasi oleh keluarga dan tetangga yang menjenguknya.
Mahfud menuturkan, pengalaman mengkonsumsi ikan buntal atau ikan kembung ini bukanlah yang pertama kali. Begitu juga dengan keluarganya, yang sudah sering kali menjadikan ikan beracun tersebut sebagai lauk pauk.

Seperti dijadikan sate atau dimasak bumbu lainnya. Sehingga, saat mendapat ikan buntal di Selat Madura, ia membawa pulang ke rumah. Hasil pancingan itu, kemudian dimasak oleh Sunaena (46), bibi sepupunya.
Saat ia berbuka puasa, ikan bintik hitam tersebut dikonsumi bersama-sama. Yakni dirinya, Habibullah, Sunaena dan Baidowi (49). Usai makan bersama, tak ada gejala keracunan ikan. Sama seperti biasanya mereka makan ikan buntal. Gejala itu baru dirasakan oleh Mahfud ketika dirinya menjemput anaknya mengaji di musala.

“Habis mangrib saya buka, terus jemput anak ke langgar. Ini kemudian terasa ngringing, kesemutan, ndak enak wes, terus bibir lagi. Langsung pulang saya, terus dipijitin sama anak yang kecil itu. Terus semaput (pingsan, red) di rumah. Bulek saya juga muntah-muntah,” tutur Mahfud dengan terbaring lemah.

Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Sugianto mengungkapkan, saat datang ke rumash sakit, kondisi keduanya sangat kritis. Detak jantungnya tak beraturan karena efek dari racun ikan buntal itu. Sehingga tim medis melakukan tindakan intensif.

“Kondisinya sendiri sampai saat ini sangat membaik dan stabil, keduanya dirawat di ruang berbeda. Saat masuk kondisinya emergency, muntah-muntah, detak jantung tinggi, juga tensi turun. Ikan buntal sendiri dapat dikonsumsi jika tahu cara mengolahnya. Terbukti keluarga itu sudah sering, cuma mungkin ini lagi apes,” terang Sugianto.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, sepasang suami istri (pasutri) asal Desa Brumbungan Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, tewas pasca mengkonsumsi ikan buntal (kembung). Sementara, 2 lainnya kritis dan dirawat di rumah sakit karena kondisinya lemah. Kedua pasutri itu adalah Baidowi (49) dan Sunaena (46), dan anaknya Moh.Habibullah (13). Satu korban lainnya adalah Mahfud (43). Keempat orang ini merupakan satu keluarga yang tinggal di RT 22/RW 04 Dusun Gluguk, Desa Brumbungan Kidul. (cho/saw)