Anggaran KONI Kota Probolinggo Minim Meski Miliki Catatan Prestasi Internasional

0
153

Probolinggo (wartabromo.com) – Komite Nasional Olaharaga Indonesia (KONI) Kota Probolinggo mengeluhkan minimnya anggaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo. Padahal, KONI mempunyai atlet yang berprestasi di tingkat internasional.

Anggaran dikelola pihak KONI pada tahun 2017 sebesar Rp4,7 miliar, malah tahun 2018 sebesar Rp4,575 miliar. Tahun ini, jumlah yang disalurkan naik sekitar Rp900 juta, menjadi senilai Rp5,4 miliar. Dana bersumber dari APBD Kota Probolinggo ini, dinilai kurang untuk memenuhi semua kebutuhan 26 cabang olahraga (Cabor) yang menjadi naungan.

“Jadi, kami berharap anggaran dapat ditambah biar setiap cabor semakin semangat untuk maraih prestasinya. Bayangkan, Cabor Panjat Tebing yang menyumbang medali emas di Asian Games saja hanya Rp120 juta per tahun. Ya, kita sebatas berpartisipasi agar tidak disuspend,” kata Ketua KONI setempat, Siswadi, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Senin kemarin.

Tak hanya anggaran, sarana dan prasarana untuk cabor yang disediakan Pemkot juga terbatas. Dua hal tersebut, dianggap KONI menjadi salah satu penyebab sulitnya atlet di Kota Probolinggo lebih berkemampuan dan berprestasi di setiap cabang olah raga. Kondisi itu, tidak sebanding dengan potensi serta prestasi yang dipersembahkan setiap Cabor.

“Kami harapkan betul, Pemerintah bisa serius memperhatikan sarana-prasarana olahraga untuk menunjang kualitas dan prestasi atlet di Kota Probolinggo. Sebab, Kota Probolinggo banyak memiliki potensi, tapi minim anggaran dan sarana prasana untuk Cabor,” ujarnya.

Menurutnya, anggaran KONI Kota Probolinggo jauh lebih sedikit, bila dibandingkan dengan KONI lain di Jawa Timur.

Dalam RDP, Komisi III DPRD Kota Probolinggo memanggil Ketua KONI bersama jajaran pengurus dan perwakilan dari 26 cabang olahraga beserta Kabid Pemuda dan Olahraga pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo.

“Ya Kami sengaja mengumpul ketua 26 Cabor sekota Probolinggo karena kami mendengar, bahwa masih ada keluhan terkait atlet yang masih ada kendala karena kekurangan dana, sehingga kami kumpulkan semuanya,” kata Agus Riyanto, Ketua Komisi III Kota Probolinggo. (fng/saw)