14.850 Warga Kota Pasuruan Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

0
854
Penjual cilok melayani pembeli di alun-alun Kota Pasuruan. (Foto: ilustrasi/webstagram)

Pasuruan (wartabromo.com) – Pada akhir tahun 2017, sebanyak 14.850 warga di Kota Pasuruan masih hidup di bawah garis kemiskinan. Catatan kemiskinan tersebut dinilai masih cukup tinggi.

Kota Pasuruan telah memasuki usia ke 333 tahun. Namun, perihal kesejahteraan penduduknya, kota kecil ini sepertinya dapat dikatakan belum seluruhnya sejahtera.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan mencatat, 14.850 dari 197.696 penduduk di Kota Pasuruan masuk dalam kategori sebagai penduduk miskin.

Hendro Cahyono, Kasie Sosial BPS Kota Pasuruan menjelaskan, angka tersebut didapat dari hasil Susenas atau Survey Sosial Ekonomi Nasional yang biasanya dilakukan oleh BPS pada bulan Maret.

Catatan angka kemiskinan Kota Pasuruan.

Survey tingkat kemiskinan itu, dilakukan berdasarkan indikator konsumsi pangan dan nonpangan.

“Untuk hasil surveynya, sebanyak 7,53 persen atau 14.850 dari jumlah penduduk di Kota Pasuruan dikatakan masih hidup di bawah garis kemiskinan,” ungkap Hendro.

Ia pun menilai jika kondisi ini tergolong masih cukup tinggi walaupun angka kemiskinan selalu mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun.

Hendro kemudian menguraikan angka jumlah penduduk miskin tersebut dari tahun ke tahun, ditilik sejak sewindu lalu. Prosentase kemiskinan di Kota Pasuruan pada tahun 2010 sebesar 9 persen atau 16.800 penduduknya dikatakan miskin.

Sementara pada 2012 mencapai 7,88 persen atau 15.000 jiwa; pada 2014 mencapai 7,34 persen, sebanyak 14.210 jiwa; selanjutnya 2016 mencapai 7,62 persen atau 14.930 jiwa; dan 2017 mencapai 7,53 persen atau 14.850 jiwa. (ptr/ono)