Buta Huruf di Pasuruan Cenderung Bertambah dan Tinggi

0
263
Ilustrasi membaca.

Pasuruan (wartabromo.com) – Tahun 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasuruan mencatat, ada 7,07% penduduk di Kabupaten Pasuruan tidak bisa baca tulis. Kasus buta huruf ini cenderung bertambah dan dikategorikan tinggi.

Data itu terangkum dalam Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2017, jumlah penduduk Kabupaten Pasuruan tercatat sebanyak 1.605.307 jiwa.

Sehingga, jika dikonversi dalam jumlah, ada sekitar 113.495 jiwa alami buta huruf.

Sekedar diketahui, BPS mengambil jumlah buta huruf ini, dari penduduk yang berusia 15 tahun ke atas.

Angka buta huruf itu oleh BPS dinilai tinggi. Padahal, Kabupaten Pasuruan dikatakan termasuk sebagai salah satu Kabupaten besar di Jawa Timur.

Data buta huruf Kabupaten Pasuruan 2016/2017.

Belum lagi jika dibandingkan dengan data tahun 2016. Ada 6,80% warga Kabupaten Pasuruan tidak bisa baca tulis. Dalam artian, pada tahun 2016, sekitar 109.160 warga Kabupaten Pasuruan masih mengalami buta huruf.

Lebih lanjut, berdasarkan gender, angka buta huruf penduduk perempuan Kabupaten Pasuruan lebih besar dibandingkan dengan penduduk laki-laki. Sebanyak 9,60% penduduk perempuan buta huruf. Sedangkan angka buta huruf penduduk laki-laki sebesar 4,45%.

Dijelaskan, dapat membaca dan menulis diartikan dapat membaca dan menulis kalimat sederhana atau dapat membaca dan menulis huruf Braile bagi penyandang tuna netra.

Ada beberapa faktor penyebab tingginya angka buta huruf. Diantaranya fasilitas pendidikan, faktor keluarga, faktor ekonomi, faktor budaya dan lainnya. (bel/ono)