Polisi Buru Pembuang Bayi di Hutan Lereng Argopuro

0
921

Probolinggo (wartabromo.com) – Polsek Gading memburu pembuang orok bayi yang ditemukan oleh Rowaidah (45), warga Dusun Tomangan, Desa Betek Taman, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Sementara, bayi imut itu dititipkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan, untuk mendapatkan perawatan.

Kapolsek Gading Iptu Bagus Purnama mengatakan, pihaknya tengah menyeldiki kasus pembuangan bayi di hutan lereng Pegunungan Argopuro itu. Yakni dengan mengumpulkan data-data siapa ibu dari bayi perempuan yang ditelantar itu. Sebab, lokasi temuan sendiri sangat sepi dan jauh dari pemukiman warga.

“Kami sudah mendatangi Kades setempat dan juga RT/RW dan masih mengumpulkan informasi dari warga Betek Taman,” ujar, Rabu (20/2/2019).

Dimungkinkan pembuang orok yang dibungkus kain sarung itu, warga sekitar. Sebab, tidak menutup kemungkinan ibu dari bayi merupakan warga Betek Taman atau desa tetangga. Karena lokasi pembuangan bayi merupakan tempat yang memang sepi. Sekitar 1 kilometer dari pemukiman penduduk terdekat.

“Secara otomatis orang tua bayi mengetahui peta atau tempat yang memang benar-benar aman untuk membuang bayinya. Maka dari itu kami bekerjasama dengan polisi untuk menyelidiki ini,” tambah Kepala Desa Betek Taman Mahfudz.

Sementara untuk keberlangsungan hidupnya, bayi yang sempat dirawat di Puskesmas Bago, Kecamatan Besuk itu, dipindahkan. Yakni ke ruang perawatan anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan.

“Sekarang bayinya sudah di sini (RSUD Waluyo Jati, red). Bayi itu sedang dirawat di ruangan anak dan sudah ada yang menangani. Alhamdulillah kondisi bayi juga sehat,” kata Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Sugianto saat dikonfirmasi secara terpisah.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, warga Dusun Tomangan, Desa Betek Taman atas penemuan bayi perempuan pada Selasa (19/2/2019) petang. Bayi itu ditemukan Rowaidah saat hendak memperbaiki gendong anaknya, ketika menuju Puskemas. Orok tersebut dibungkus kain sarung dengan kondisi tali pusar belum dipotong. (cho/saw)